Akibat Tinner, Toko Seng dan Cat Ludes di Lalap Api

Pasukan pemadam kebakaran kota Surabaya akhirnya dapat memadamkan api yang sedang melalap 2 bangunan di Jl. Baliwerti 24 Surabaya yakni toko cat Seng Joyo dan toko cat Sinar Jaya 22, setelah dilakukan pemadaman dan pembasahan selama 3 jam. Tidak ada korban dalam kejadian ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

SURABAYA (SPNews) – Tak kurang dari 12 unit mobil Damkar pemkot Surabaya, 10 tangki dari DKP dan I unit Damkar Gresik terlibat dalam proses pemadaman kebakaran yang terjadi di toko cat Seng Joyo  Jl. Baliwerti 24 dan toko cat Sinar Jaya 22, Surabaya. Tidak hanya itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya juga mengerahkan 1 unit mobil Skywalker dan 2 pleton pasukan untuk membantu.

Kebakaran yang awalnya terjadi di toko cat Seng Joyo  Jl. Baliwerti 24, akhirnya merembet ke bangunan di sebelahnya yakni toko cat Sinar Jaya 22, Surabaya Senin(10/3). Imam salah satu saksi mata mengatakan bahwa api sebelum berkobar diawali dengan suara letusan letusan berulang kali dari dalam toko Toko Cat Seng Joyo.

“Awalnya saya lihat saat duduk duduk didepan Gang Praban Wetan, ada api dari toko Seng Joyo dekat yang letaknya memang pas sekali dengan rumah saya jam dua belas lebih seperempat,” ujar Imam warga Praban Wetan II/24 itu kepada wartawan dilokasi kejadian.

Dua bangunan yang selama ini dipakai untuk usaha toko cat ini ludes di lalap api, karena material di dalam toko yang berupa tiner semakin memperbesar kondisi api yang sedang menyala. Sayangnya pemilik toko bernama Limanto Wijoyo dikabarkan sedang tidak ada ditempat kejadian.

Menurut Chandra Oratmangun Kepala Dinas Kebakaran kota Surabaya, kondisi api telah berhasil dipadamkan selama 3 jam.

“korban nihil, api bisa kami padamkan setelah kami lakukan pembasahan dengan material Liquid Foam selama 3 jam, namun saat ini masih tersisa sekitar 10 % dengan posisi sudut karena lokasi tersebut adalah tempat penyimpanan material tinner yang mudah terbakar,” jelas Chandra. (q cox)

Reply