Awali Kampanye dari Bojonegoro, Khofifah Kembali Blusukan ke Pasar Tradisonal

BOJONEGORO (Suarapubliknews.net) –
Mengawali hari kampanyenya, Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali memilih titik pasar tradisional di kecamatan Baureno, Bojonegoro, Selasa (27/2/2018).

Dalam blusukannya kali ini, Khofifah banyak mendapatkan antusiasme positif dari pedagang dan pembeli yang ada di pasar.

Warga yang kebetulan ada di pasar bak kebagian rezeki nomplok. Sebab Khofifah memborong banyak buah dan bahan makanan di pasar Baureno.

Khofifah memborong pisang dua tundun, ikan asin, terong, kerupuk dan juga belimbing, dan aneka buah.

“Ayo dibagikan siapa yang mau, ini pisangnya siapa yang mau diambil,” kata Khofifah.

Selama di dalam pasar Khofifah menyalami semua pedagang dan pembeli.

“Jangan lupa pilih nomor satu nggeh, nyuwun pangestunipun, nyuwun dukungannya,” kata Khofifah.

Warga yang ada di Pasar Baureno pun menyerbu gang gang kecil yang ada di pasar dan mengambil bahan belanjaan yang dibeli Khofifah.

Dalam blusukannya ke Pasar Baureno ini, ada yang menjadi perhatian Khofifah. Yaitu masalah infrastruktur, dimana kondisi Pasar Baureno terbilang kurang memadani dan tidak memberikan kenyamanan bagi penjual dan pembeli.

Kondisinya becek, dan hampir semua lorong di pasar rakyat ini becek, berlumpur dan kotor.

“Tetap yang jadi prioritas adalah infrastruktur. Pasar tradisional ini memprihatinkan, saya harus katakan ini sampai memprihatinkan,” ucap Khofifah.

Ini menjadi sebab mengapa masyarakat lebih memilih untuk belanja di ritel modern yang lebih bersih, lebih kompetitif harganya dan lebih nyaman.

Oleh sebab itu menurut Khofifah, harus ada langkah proteksi pada UMKM dan para pedagang kecil di pasar. Agar bisa memberikan ruang pada pembeli agar nyaman dan pedagang juga bisa mendapatkan layanan berdagang yang nyaman.

“Saya mengatakan infrastruktur pasar tradisional harus jadi prioritas. Semula saya pikir hanya Pasar Hewan Tanah Merah. Namun ternyata hampir semua memiliki masalah yang sama,” kata Khofifah.

Menurutnya APBD Provinsi masih memungkinkan untuk sharing dengan APBD Pemda. Serta juga sinergi dengan Kementerian Perdagangan yang selama ini setiap tahun menggelontorkan dana untuk pengembangan pasar tradisional. (q cox)

Reply