Bank Indonesia – ITS Kembangkan Creativepreneur

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Pengembangan UMKM sub sektor ekonomi kreatif, yang didominasi produk kriya, fashion, dan kuliner, menjadi fokus perhatian Bank Indonesia sebagai bagian dari program Local Economic Development (LED).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Difi A. Johansyah dalam sambutan Kick Off Program Creativepreneur mengatakan pelaku UMKM rata-rata sudah cukup baik dalam hal teknis produksi, namun masih lemah dalam menjual keunggulan produknya.

“Adanya program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran UMKM mengenai pentingnya aspek desain, branding, hingga strategi pemasaran,” katanya.

Program ini diharapakan dapat menjadi pilot project peningkatan daya saing produk UMKM di sektor industri kreatif melalui perbaikan desain produk, kemasan, label, dan merk/branding sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada generasi muda khususnya kalangan mahasiswa.

Kepala Departemen Desain Produk ITS, Ellya Zulaikha, ST, M.Sn, Ph.D menerangkan Kick Off Program Creativepreneur terdiri dari rangkaian acara gelar produk dari hampir 100 UMKM kreatif sekaligus tahap seleksi oleh Tim Desain ITS. Nantinya dipilih 25 UMKM yang akan dikembangkan dari sisi desain produk, kemasan, hingga branding-nya.

“Program ini sekaligus akan menjadi tugas wajib mahasiswa jurusan Desain Produk dan Desain Komunikasi Visual serta lebih jauh diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengembangan UMKM di sektor industri kreatif di Jawa Timur,” terangnya.

Pada tahap pengembangan produk, Bank Indonesia akan memfasilitasi bantuan teknis dalam bentuk pelatihan kewirausahaan kepada UMKM dan mahasiswa, studi banding, fasilitasi pameran, pembuatan katalog, pelatihan digital marketing dan mentoring teknis oleh tim Dosen Desain Produk ITS.

Output yang diharapkan dari program ini adalah terciptanya prototype produk kreatif dari setiap UMKM yang terpilih dan tumbuhnya/munculnya wirausaha-wirausaha baru.

“Bank Indonesia mengapresiasi sepak terjang ITS yang sudah banyak melahirkan inovasi desain dan teknologi di tingkat nasional. Tantangan ke depan yang lebih besar adalah bagaimana mensinergikan dunia akademis dengan perkembangan industry,” tegas Difi. 9q cox, Tama Dinie)

Reply