Belajar Kemimpinan dan Layanan Publik di Sidoarjo, 30 Perwira TNI Minta Pemkab Pertahankan Kekayaan Lahan

SIDOARJO (Suarapubliknews) – Sebanyak 30 Perwira dari Kementrian Pertahanan (Kemenhan) RI, memilih Pemkab Sidoarjo ebagai tujuan untuk memperdalam ilmu kepemimpinan dan manajemen pelayanan publik. Senin (29/04/2019)

Pernyataan ini disampaikan Kapusdiklat Jemenhan Badiklat Kemenhan RI, Brigjen TNI Suharto Lebang, usai diterima Wabup Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifudin, di ruang transit Pendopo Delta Wibawa.

“Sebagai pemimpin, agar ilmu yang didapat nanti bisa diterapkan baik di Kesatuan dan di tengah masyarakat,” kata Brigjen TNI Suharto Lebang.

Menurut Brigjen TNI Suharto Lebang, selain belajar kepemimpinan di bidang pelayanan publik, 30 Perwira TNI tersebut juga belajar kepemimpinan di bidang bisnis. Tempat yang dituju adalah PT Maspion 2 di Desa Banjar Kemantren Kec Buduran.

“Seorang pemimpin itu ilmunya harus luas, tidak hanya masalah militer, pemerintahan saja, tapi juga kalau perlu juga masalah bisnis,” katanya.

Alasan kenapa Pemkab Sidoarjo menjadi pilihan, kata Brigjen Suharto Lebang, karena dari berbagai referensi dianggap banyak capaian kerja di dunia Pemerintahan yang sudah berbuah prestasi. Pihaknya memantau dari sejumlah sumber, aiantaranya dari Kodim, Kodam dan Media Massa.

“Juga kebetulan ada satu Perwira dari 30 Perwira ini, yang berdomisili di Kab Sidoarjo, kami penasaran, kami ingin membuktikan antara data dan fakta, dan memang terbukti,” tutur Brigjen Suharto Lebang.

Sementara itu Wabup Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifudin, mengaku merasa tersanjung karena dianggap sebagai tempat yang layak untuk belajar dari para Perwira di Kemenhan RI tersebut.

Meski Pemkab Sidoarjo dianggap banyak menuai prestasi kinerja selama ini, tapi Wabup Sidoarjo tetap minta masukan untuk peningkatan pembangunan yang lebih baik lagi di Kab Sidoarjo.

Saat melakukan audensi dengan Wabup Sidoarjo dan para pejabat di OPD Pemkab Sidoarjo itu, para Perwira TNI dari Kemenhan RI itu menanyakan sejumlah masalah di Kabupaten Sidoarjo.

Diantaranya, masalah penanganan masalah Lumpur Sidoarjo, masalah investasi di Sidoarjo, pengawasan tenaga asing, pendidikan setingkat Univetsitas di Kab Sidoarjo.

Sedangkan masukan yang sempat diberikan kepada Pemkab Sidoarjo, diantaranya adalah di Kabupaten Sidoarjo perlu memperbanyak pohon agar temperatur udara tidak panas.

Di Kab Sidoarjo agar tidak sering-sering menjual lahannya pada pengusaha/pihak asing. Lebih baik disewakan saja, agar ada tanah yang nanti masih bisa diwariskan pada anak cucu. (q cox, NH)

Reply