Belajar Sejarah Kerajaan Ottoman di Indonesian Islamic Art Museum

LAMONGAN (Suarapubliknews.net) – Tak perlu pergi Turki untuk mengenal lebih dekat sejarah Kerajaan Ottoman. Di Indonesian Islamic Art Museum kita bisa melihat sejarah detail kerajaan Islam terbesar, terkuat dan masa kejayaannya paling panjang.

CEO Marcomm Indonesian Islamic Art Museum, Elly Halsamer mengatakan di museum yang terletak di kompleks Wisata Bahari Lamongan itu ada zone yang khusus memajang detail sejarah Ottoman yang berkuasa kurang lebih 600 tahun.

“Di galeri Ottoman Empire, kita bisa melihat koleksi baju zirah atau baju perang yang digunakan oleh pasukan tentara Ottoman, sepanjang abad ke-16 ketika pucak kekuasaan kerajaan ini dipimpin oleh Raja Sulaiman,” katanya.

Baju zirah Islam yang dihiasi dengan menggunakan berbagai teknik seperti penyepuhan, tatahan, emas dan perak, serta diberi perhiasan. Terdapat pula ikonografi Islam, berupa kaligrafi nama-nama Allah dan perkataan atau nasihat Nabi Muhammad SAW pada lengan, baju besi, pelindung kepala hingga persenjataan para pasukan perang kerajaan Ottoman.

Selain digunakan sebagai pelindung kepala dari serangan lawan, ternyata helm ini juga berfungsi sebagai identitas dari pemiliknya. Pelindung kepala tersebut dirancang berbeda-beda sesuai dengan jabatan pasukan dalam peperangan.

“Hal ini dilakukan untuk membedakan status atau jabatan dari prajurit itu sendiri, seperti pelindung kepala yang digunakan untuk jendral pastinya dirancang lebih bagus jika dibandingkan dengan pasukan biasa,” terang Elly.

Diterangkan Elly, di dinding dekat galeri kerajaan Ottoman juga ditempeli dengan lukisan para raja yang berkuasa pada masa kesultanan Ottoman. Yaitu, Sultan Osman Gazi, Mehmed II dan Sulaiman.

Terdapat pula pengetahuan tentang sejarah kerajaan Ottoman, dimulai dari pembangunan, perkembangan hingga keruntuhan yang diterangkan secara apik dalam poster ukuran besar ditengah-tengah Galeri Ottoman.

“Selain kerajaan Ottoman, museum ini juga mendatangkan benda-benda bersejarah dari kerajaan besar lainnya. Seperti Mughal India, Dinasti Ming China hingga kesultanan besar Islam di Indonesia,” tutup Elly. (q cox, Dn)

Reply