Bendera Bintang Kejora Bebas Berkibar di Surabaya

Tak kurang dari 300 orang yang berasal dari Papua Barat menggelar aksi demo didepan gedung Grahadi Jl Gubernur Suryo Surabaya untuk menuntut berdirinya Negara Papua Barat dengan mengibarkan bendera Bintang Kejora. Ironisnya, gerakan makar ini justru berjalan secara damai karena aparat yang terjun dilapangan terkesan membiarkan jalannya aksi.

SURABAYA (SPNews) – Dengan memakai pakain adat papua, ratusan masa berhasil melakukan aksi damai meksi dalam poster berisi tentang ungkapan kekecewaan terhadap pemerintahan RI dan tuntutan kemerdekaan untuk wilayah Papua Barat.

Insiden ini cukup mengagetkan banyak pihak karena aksi warga papua untuk menuntut kemerdekaan dengan mengibarkan bendera Bintang Kejora merupakan gerakan yang tergolong makar (anti pemerintah RI dan NKRI) dan justru telah dilarang di diwilayahnya sendiri.

Aksi yang konon termasuk demo terbesarnya ini ternyata menghadirkan sejumlah masa yang merupakan perwakilan dari berbagai daerah seperti Bandung, Jakarta, Bogor, Semarang, Salatiga, Yogjakarta, Bali, Solo, Malang dan Surabaya.

Victor Snewatme dalam orasinya meminta agar pemerintah memberikan kebebasan dan hak menentukan nasib sendiri yang dianggapnya sebagai bentuk demokratis bagi masyarakat Papua.

Sementara menurut Mesak Pekei juru bicara aksi mengatakan bahwa aksi yang digelar di Surabaya saat ini merupakan aksi kekecewaan masyarakat Papua yang selama ini diwakili oleh intelektual akademisi Papua atas tidak meratanya kesejateraan di masyarakat Papua.

Sampai berita ini di luncurkan, masih belum bisa didapatkan konfirmasi dari para petinggi aparat penegak hukum di kota Surabaya terkait berkibarnya bendera Bintang Kejora di kota Pahlawan Surabaya. (q cox)

Reply