Jumat, 10 November 2017 19:36

ISEF 2017, Pentingnya Ekonomi Syariah Dalam Pertumbuhan Ekonomi

Rate this item
(0 votes)

SURABAYA (Suarapubliknesw.net) - Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) 2017 memunculkan gaung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. ISEF menjadi tempat perancangan berbagai program ekonomi dan keuangan syariah ke depan.

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla dalam sambutannya saat membuka gelaran ISEF 2017 mengatakan mengingat pentingnya peran ekonomi syariah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkualitas.

“Pengembangannya pun perlu dilakukan secara serius, oleh berbagai pihak. Menekankan pentingnya memulai usaha yang sebaik-baiknya, mengingat sebagian besar sumber rezeki adalah perdagangan,” katanya.

Jusuf Kalla berharap kegiatan pesantren-pesantren di bidang ekonomi, termasuk mengajarkan santrinya untuk berdagang, sangat penting. Berbagai usaha, baik di bidang pertanian maupun bidang lainnya, halal selama tidak melanggar ajaran agama. “Tentunya, agar sistem keuangan syariah berjalan lancar, seluruh pihak harus melaksanakan peran masing-masing secara jujur,” harapnya.

Direktur Eksekutif Kumunikasi Bank Indonesia (BI) Agusman mengatakan ISEF salah satu kegiatan ekonomi dan keuangan syariah terbesar di Indonesia, yang mengintegrasikan pengembangan sektor keuangan dengan perekonomian sektor riil. Dilaksanakan untuk keempat kalinya, kegiatan ISEF 2017 bertepatan pula dengan momentum ulang tahun Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang pertama.

“ISEF 2017 pun mengangkat tiga pilar pengembangan ekonomi syariah di Indonesia yang telah ditetapkan Presiden RI, yaitu pemberdayaan ekonomi syariah, peningkatan efisiensi keuangan syariah untuk mendukung pengembangan usaha syariah, dan penguatan riset dan edukasi, termasuk sosialisasi dan komunikasi,” jelasnya.

Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W. Martowardojo, menyampaikan bahwa industri halal merupakan salah satu industri yang berkembang pesat di dunia. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia merupakan salah satu pasar terbesar bagi industri halal. Meskipun demikian, porsi besar pemenuhan kebutuhan tersebut, antara lain makanan halal, kosmetik serta fashion halal, datang dari impor.

“Agar Indonesia dapat swasembada produk-produk halal, pengembangan skema komersil dan sosial dari keuangan syariah dalam negeri perlu dioptimalkan. Dalam hal ini, optimalisasi ekonomi syariah dapat turut membantu ekonomi dan mengurangi tekanan pada neraca transaksi berjalan Indonesia,” katanya.

Dengan besarnya potensi Indonesia dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, kolaborasi dan koordinasi merupakan hal yang integral. Terkait integrasi tersebut, kegiatan ISEF 2017 menjadi ajang kolaborasi Bank Indonesia dengan KNKS serta dengan instansi terkait lainnya, seperti Badan Wakaf Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional, Ikatan Ahli Ekonomi Islam, International Islamic Financial Market, Islamic Research and Training Institute-International Development Bank, dan Kuwait Awqaf Foundation.

Kegiatan juga melibatkan 26 pondok pesantren di Indonesia, sebagai lembaga yang selama ini telah terbukti mampu menjangkau masyarakat secara luas. (q cox, Dn)

Ayo share berita ini:

Submit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to Twitter
Read 28 times