Senin, 13 November 2017 20:31

Indonesian Islamic Art Museum Tampilkan Sejarah Islam Dalam Balutan Teknologi

Rate this item
(1 Vote)

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Ada sudut yang menarik dalam gelaran Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) 2017 pekan lalu di Grand City Mall. Salah satu stand yang menampilkan artefak dan sejarah perjalanan Islam.

Pemandu Museum, Indonesian Islamic Art Museum, Meylinda mengatakan keikutsertaan Museum Islam yang terletak di Wisata Bahari Lamongan ini memang baru pertama kalinya. “Museum ini baru setahun berdiri, dan gelaran ISEF pas agar masyarakat lebih mengenal perjalanan sejarah Islam dunia dan nusantara,” katanya.

Dijelaskan Meylinda, Museum Indonesian Islamic Art Museum memiliki koleksi mulai dari galeri peninggalan kerajaan Ottoman Turki, Mughal India, Dinasti China, Samudra Pasai Sumatera, Aceh, Mataram Islam dan rekam jejak Wali Songo di Pulau Jawa.

“Disini kami hanya membawa sebagian untuk mengenalkan beberapa diantaranya. Di Museum sendiri ada tiga zona untuk pengunjung, yang dibagi menjadi zona audio visual, zona galeri peninggalan kerajaan Islam dunia dan zona diorama,” lanjutnya.

Tak hanya menampilkan koleksi peninggalan sejarah, di museum ini juga dilengkapi teknologi informasi modern Augmented Reality (AR). Dengan mendownload aplikasi AR Indonesian Islamic Art di Playstore, pengunjung bisa menscan gambar-gambar yang ada di museum yang nantinya akan tampil dalam bentuk tiga dimensi.

CEO Marcomm Museum Indonesian Islamic Art Museum, Elly Halsamer menambahkan di lokasi museum, pemandu wisata akan mengenakan kostum berbeda setiap harinya sesuai dengan tema perjalanan Islam.

“Kami ingin pengunjung mendapat pengalaman berbeda saat datang ke museum kami, dan menemukan sejarah Islam dunia yang menakjubkan. Kami berharap tempat kami dapat menjadi pusat edukasi interaktif dengan teknologo modern,” harapnya. (q cox, Dn)

Ayo share berita ini:

Submit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to Twitter
Read 37 times