BNI Terbitkan Kartu Tanda Anggota Fatayat NU

JAKARTA (Suarapubliknews.net) – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) kembali menunjukan komitmen untuk selalu peduli dan mendukung Program pemerintah diantaranya adalah penciptaan Cashless Society yaitu Gerakan Nasional Non Tunai di masyarakat.

Disela-sela kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Fatayat NU yang diselenggarakan di Hotel Arya Duta Jakarta, dilakukan penandatangan Nota Kesepahaman sekaligus Perjanjian Kerjasama antara Fatayat NU dengan BNI tentang Penerbitan dan Pengelolaan Kartu Tanda Anggota serta Pengelolaan Dana melalui Cash Management.

Senior Vice President Bank BNI, Shadiq Akasya mengatakan kartu Tanda Anggota (KTA) Fatayat NU merupakan kartu identitas yang akan diterbitkan untuk seluruh anggota yang saat ini tersebar di seluruh penjuru Tanah Air.

“Jadi selain sebagai Kartu Identitas, KTA Fatayat NU juga memiliki fitur multi fungsi  diantaranya, Sebagai Kartu Debit (Saving Based); Kartu Tapcash (elektronik money), Sarana Pengelolaan Data Based dan Pengelolaan Iuran Anggota serta manfaat lainya yaitu untuk membiasakan seluruh anggota fatayat NU menggunakan electronic channel bank seperti mobile banking, internet banking, sms banking dan ATM,” katanya.

Penandatangan nota kesepahaman dilakukan oleh Ketua Umum Fatayat NU Anggia Ermarini, MKM dengan Senior Vice President Bank BNI Shadiq Akasya yang disaksikan oleh Ketua  Nahdlatul Ulama, Robikin Emhas, SH. M. H, dan beberapa Pejabat dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal & Transmigrasi, diantaranya Sekretaris Jendral, Anwar Sanusi PhD dan  Direktur Pemberdayaan Masyarakat Kemendes PDTT, Taufik Madjid.

“Dengan kerjasama ini kami berharap BNI bisa menjadi Bank Transaksional dilingkungan keluarga besar Organisasi Fatayat NU guna mewujudkan salah satu misi organisasi yaitu membangun kesejahternaan, kemandirian serta peningkatan kapasitas SDM anggota Fatayat NU,” lanjut Shadiq.

Fatayat NU merupakan organisasi pemudi (wanita muda) Islam, serta salah satu badan otonom di lingkungan Nahdlatul Ulama yang memiliki potensi besar untuk dapat ikut berperan aktif dalam mewujudkan kesejahteraan Bangsa melalui Kepemimpinan Perempuan yang berkualitas.

Sebagai Ketua Umum Fatayat NU Ibu Anggia Ermarini, MKM mengatakan kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Nasional merupakan inisiatif untuk meningkatkan skill kader-kader Fatayat NU yang berbakat dan berminat menduduki posisi – posisisi strategis di Negara ini dalam berbagai level.

“Diharapkan dapat membentuk  kader Fatayat NU yang memiliki pengetahuan dan skill untuk menjadi pemimpin perempuan yang berkualitas, yang mampu menjadi promotor bagi kader lainnya sebagai bentuk penguatan organisasi, dan memiliki skill Dealing dengan media sesuai dengan issu strategis,” tandasnya. (q cox, Dn)

Reply