Dekat dengan Cikeas, Siswandi Bakal Melenggang di Muscab Demokrat Surabaya

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Pertarungan calon ketua DPC Demokrat Surabaya jelang Muscab memang tidak terlihat muncul di masyarakat apalagi di pemberitaan media, namun panasnya suasana di intern DPC Demokrat Surabaya tak bisa dibantah, layaknya api dalam sekam.

Beberapa nama sudah mulai mengemuka sebagai kandidat sebagai ketua DPC Demokrat, seperti, Ratih Retnowati, Siswandi, M Mahmud, Felix Sutanto, serta Lutfi Affandi. Hasil penelusuran madia ini, pertarungan ketua DPC diperkirakan bakal mengerucut antara Ratih Retnowati dan Siswandi.

Siswandi adalah kader partai Demokrat Surabaya yang berprofesi sebagai pengusaha namun mempunyai latar belakang budaya. Dan kini telah masuk dalam jajaran struktural DPC Demokrat Surabaya sebagai Ketua Divisi Seni dan Budaya.

Nama Siswandi sempat mencuat saat menjadi salah satu pendaftar sebagai bakal calon Wali Kota Surabaya di Partai Demokrat Surabaya, karena sebagai pendaftar pertama, meskipun akhirnya DPP mengeluarkan rekomendasi kepada pasangan lain.

Dikonfirmasi terkait persiapannya sebagai kandidat Ketua DPC Demokrat Surabaya di Musda 2016, Siswandi mengatakan bahwa dirinya hanya bermodalkan keyakinan dan berusaha untuk memegang komitmennya.

“Sesuai petunjuk Pak SBY (Ketum PD-red), kami harus menjaga kesopanan dalam bersikap, namun jika nantinya benar-benar menadapatkan amanah itu, maka saya akan berusaha untuk menjaga komitmen, apa yang saya katakan, itu yang akan saya laksanakan,” jelasnya kepada Suarapubliknews.net via ponselnya. Kamis (11/5/2016)

Tidak hanya itu, Siswandi juga secara tegas mengatakan bahwa dirinya tidak akan maju sebagai calon legeslatif meskipun dirinya menjabat ketua DPC, yang alasannya demi menjaga keutuhan dan harmonisasi kader di lingkungan DPC Demokrat Kota Surabaya.

“Saya tidak akan maju Caleg, meskipun nantinya menyandang jabatan ketua, itu komitmen saya, karena jika saya maju, berarti saya juga akan bersaing dengan kader lain yang itu adalah anggota saya sendiri, maka sebaiknya ketua itu tidak usah maju Caleg,” janjinya.

Sebagai budayawan, Siswandi mengaku jika dirinya hanya bertekad ingin mengembalikan kejayaan partai Demokrat di wilayah Kota Surabaya seperti sebelumnya.

“Niat saya hanya ingin membesarkan partai, bila perlu mengembalikan kejayaan partai demokrat di Surabaya, intinya demokrat harus menang lagi di Surabaya,” tegasnya.

Disinggung soal DPC Demokrat Surabaya yang sampai saat ini belum memiliki kantor sendiri, Siswandi spontan mengatakan bahwa soal kantor itu adalah program berikutnya setelah kemenangan partai.

“soal kantor itu akan saya pikirkan setahun kemudian, tetapi itu sangat penting, karena program awal saya adalah membesarkan partai dulu, pengalaman yang lalu, terbukti dengan 16 anggota dewan saja ternyata tidak bisa memilik kantor, makanya saya harus mengoptimalkan pemenangan, kerja dulu,” imbuhnya.

Sisiwandi juga tidak membantah ketika media ini mengatakan bahwa dirinya adalah salah satu kader Demokrat di Surabaya yang sangat dekat dengan lingkungan Cikeas.

“Oh kalau itu karena besan saya adalah mantan Pangab yaitu Pak Agus Hartono, dan beliau kan memang sangat dekat dengan pak SBY, itu saja,” pungkasnya.

Demikian juga saat ditanya soal dukungan PAC, ternyata Siswandi juga mengaku telah mendapatkan dukungan dari 18 PAC di Kota Surabaya. Lantas bagaimana dengan dengan Ratih?(q cox)

Reply