DENPOM V/4 Kodam Brawijaya Gelar Gaktib dan Yustisi

Untuk meminimalisir keterlibatan anggota militer dalam insiden keributan yang akhir-akhir ini sering terjadi akibat miras, Denpom V/4 Brawijaya menggelar razia Gaktib dan Yustisi ke sejumlah lokasi seperti Lokalisasi dan tempat hiburan malam dengan multi sasaran yakni anggota TNI, Polri dan masyarakat sipil. Jumat (24/1/14) malam hingga dini hari.

SURABAYA (SPNews) – Razia gabungan yang pimpin langsung Letkol CPM Rinoso Budi Komandan Denpom V/4 Kodam Brawijaya dengan melibatkan 3 unsur jajaran yakni POMAD, POMAU, POMAL dan PROPAM Kepolisian. Namun demikian sasaran juga dilakukan terhadap sejumlah masyarakat sipil yang layak di curigai sebagai sasaran operasi.

“Sasaran razia malam ini,baik masyarakat sipil,maupun anggota militer selain kelengkapan kendaraan,termasuk juga, Senpi, Sajam, dan handak, karena razia kali ini bertujuan menciptakan suasana yang kondusif dan aman, untuk membantu pihak kepolisian, apalagi di surabaya dikejutkan dengan adanya aksi teroris, 2 pelaku tertangkap dan 4 masih dalam pengejaran” Ujar Rinoso Budi.

Lebih daripada itu, sangsi berat yang akan diberikan kepada anggota militer jika terbukti melakukan pelanggaran, mulai dari tindakan disiplin dan prilaku bahkan sampai dengan penundaan pangkat.

”Semua pasti akan ditindak tegas, dan kami sudah siapkan kertas blangko untuk pengisian langsung di tempat bila melanggar,” Tegasnya.

Saat sampai di lokalisasi gang Dolly, petugas gabungan tidak berhasil satupun anggota TNI maupun Polri yang berada di lokasi, sehingga hanya melakukan pemeriksaan identitas pengunjung (warga sipil).

Namun sesampainya di tempat hiburan malam Café Blue Fish Jl Tegalsari, petugas hanya sempat mendapati kendaraan jenis sepeda motor dengan nopol L 5213 XB berstiker Garnisun III dan sebuah tas dinas anggota Garnisun yang tergantung, sementara pemiliknya belum jelas kemana arahnya lantaran tidak ditemukan didalam café.

Setelah beberapa saat sempat menggelar razia lalu lintas terkait perlengkapan kendaraan bermotor dengan hasil 98 warga sipil dan 2 anggota militer, sasaran berikutnya adalah Delux Ckub dan café Olympic, namun kondisinya masih seperti sebelumnya yakni tak menemukan satu anggotapun di dalamnya. (q cox)

Reply