Dianggap Sepihak, RS Premier Surabaya di Demo Karyawannya

Aksi demo menuntut keadilan karena adanya diskriminasi antara karyawan lama dan baru, dilakukan oleh ratusan pegawai RS Premier Surabaya Jl Nginden Intan Barat. Demo pegawai yang terdiri dari karyawan (administrasi, Satpam, helper, engineering, umum dan lainnya) serta perawat dilangsungkan sampai beberapa hari ke depan sampai tuntutan mereka tercapai. Jumat (28/2/2014).
 
SURABAYA (SPNews) –  Menurut koordinator aksi, Tri, sebenarnya sudah dibahas sejak akhir 2013, saat ramai-ramainya pembahasan kenaikan UMK Surabaya. Sampai UMK Surabaya ditetapkan sebesar Rp2,257 juta, pihak manajemen RS Premier Surabaya, belum memberlakukannya ke seluruh karyawan.

Informasinya, kenaikan itu hanya diberlakukan kepada para karyawan baru saja. Sementara karyawan lama yang sudah belasan tahun bekerja di RS Premier Surabaya, tak mendapat kenaikan apapun. Hal inilah yang dianggap diskriminasi oleh para karyawan. Sampai Pebruari ini pun, pembahasan terkait tuntutan karyawan agar ada pemerataan kebijakan, tak pernah dijalankan manajemen RS Premier Surabaya. Manajemen tetap berpijak pada keputusannya.

Seperti yang diungkapkan salah satu karyawan, gajinya sebagai karyawan yang sudah 13 tahun bekerja dengan karyawan baru, hanya beda tipis. “Saya digaji Rp2,3 juta, itu sudah 13 tahunan bekerja. Sementara karyawan yang baru saja masuk karena ada pemberlakukan UMK Surabaya, sudah digaji Rp2,2 juta. Ini kan tak adil dan dalih manajemen, UMK itu hanya berlaku bagi karyawan yang baru. Seharusnya, bagi karyawan lama dengan masa kerjanya tentu harus dihitung sehingga kenaikannya bisa dilihat dari elemen yang lain pula. Nah ini sama sekali tak ada kenaikan apapun,” tandas karyawan yang namanya tak mau disebutkan.

Sementara, HRD Manager RS Premier Surabaya Ariyanto saat dikonfirmasi atau berusaha ditemui siang tadi, tak berhasil. Namun saat dikonfirmasi melalui teleponnya, justru enggan berkomentar. Ariyanto menyarankan, untuk masalah itu sebaiknya bertemu langsung untuk dialog, dia menolak jika konfirmasi melalui telepon. Padahal saat itu, wartawan sudah meninggalkan lokasi RS Premier Surabaya dan kebetulan sudah berada di tengah kota dengan kondisi hujan deras.

Kabarnya, saat aksi itu digelar, pihak manajemen RS Premier Surabaya yang ada di Jakarta juga turun ke Surabaya. Informasinya, sore itu, Direktur RS Premier Surabaya dr Hartono yang didampingi dari HRD manajemen RS Premier pusat (Jakarta) Warno, menjelaskan jika karyawan lama selama ini tak menyadari jika ada kelebihan lain dalam pembayaran gaji tersebut. Bahkan dengan adanya tambahan itu menyebabkan total penerimaannya juga sudah sangat tinggi.

Selain itu, ada tambahan di Surabaya yang justru tak diberlakukan di dua RS Premier di Jakarta (Jatinegara dan Bintaro). Namun jika karyawan tetap tak puas, pihak manajemen memersilahkan karyawan untuk menggunakan jalur tripartit untuk menyelesaikannya. Yakni melakukan pembahasan antara karyawan dan RS Premier yang dimediasi Dinas Tenaga Kerja Surabaya. (q cox, Jack)

Reply