Dibantu Ormas, Panitia Kongres PSSI Siap Lawan Perusuh

Jelang kongres PSSI di hotel Shangrila Surabaya, muncul berbagai rumor ancaman kerusuhan untuk menggagalkan jalannya kongres yang konon datang dari kelompok Bonek pendukung Persebaya 27 pimpinan Andi Peci. Menanggapi hal ini, sejumlah ormas di Surabaya telah disatukan oleh panitia bidang kemanan Kongres PSSI 2014 untuk siap membantu aparat kepolisian dalam melakukan pengamanan.

SURABAYA (SPNews) – Kabar ancaman penggagalan yang disertai dengan kerusuhan dari kelompok Bonek pendukung Persebaya 27 pimpinan Andi Peci di Kongres PSSI 2014 yang akan diselenggarakan besok tanggal 26 Januari, spontan mendapatkan respon keras dari panitia penyelenggara bidang keamanan yang menyatakan siap untuk berhadapan demi terselenggaranya situasi aman dan kondusif di kota Surabaya.

“kami siap menghadapi siapapun yang berusaha menggagalkan apalagi menjadi perusuh di Kongres PSSI, karena kami telah dibantu oleh kesiapan sejumlah ormas seperti Forum Solidaritas Masyarakat Madura Kota Surabaya, Forum Blater Madura Surabaya, dan Pemuda Pancasila Jawa Timur, untuk membantu melakukan tugas aparat Kepolisian soal pengamanan,” ujar Baso Juherman panitia bidang kemanana Kongres PSSI 2014.

Baso Juherman juga menegaskan bahwa siapapun yang melakukan aksi anarkis untuk memaksakan kehendak dengan cara melanggar aturan dan Undang-Undang, tentu menjadi kewajiban aparat Kepolisian untuk bertindak tegas. Sebagai bagian dari warga kota Surabaya, panitia bidang keamanan yang dibantu sejumlah Ormas Surabaya akan siap mendukung sekaligus membantu sikap dan tindakan aparat dalam melakukan penertiban.

“PSSI adalah organisasi resmi sepakbola di Indonesia yang diakui FIFA. Bahkan PSSI juga dilindungi Undang-Undang No.3/2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, yang memberikan hak kepada PSSI sebagai induk cabang olahraga sepakbola untuk mengatur rumah tangganya sendiri, apalagi sejak konflik selesai tahun lalu, PSSI sekarang sudah kondusif dan mampu mengantarkan timnas U-19 juara AFF dan lolos ke Piala Asia. Kok sekarang mau direcoki lagi,” kata Baso yang dikenal sebagai tangan kanan Ir H Lanyalla Mataliti ini.

Baso juga menuding bahwa pengakuan Andi Peci alias Pokemon sebagai tokoh Bonek persebaya 27 yang akan melakukan aksi penggagalan terhadap Kongres PSSI 2014 di Surabaya dianggapnya sebagai perusuh sepak bola Indonesia dan merupakan tindakan konyol dan ngawur.

“Ancaman yang dilontarkan Andi Peci dan Pokemon, yang mengaku tokoh Bonek 1927 menunjukkan bahwa mereka inilah perusuh sepakbola Indonesia. Karena tidak ingin sepakbola Indonesia kondusif. Padahal kalau organisasi tidak kondusif, prestasi Indonesia pasti hancur, semua masyarakat sudah tahu itu. Agenda mereka memang ke sana, ingin membuat sepakbola Indonesia rusak lagi seperti era konflik kemarin,” imbuhnya. (q cox)

Reply