Dinilai Tak Berijin, Aparat Kepolisan Bubarkan Paksa Aksi Demo Mahasiswa Papua

BATU (Suarapubliknews.net) – Sejumlah mahasiswa asal Papua yang tergabung dalam Front Persatuan Rakyat dan Mahasiswa Anti Militerme, berkumpul di Stadion Gajayana dengan niat akan menggelar aksi demo.

Sesuai poster dan spanduk yang dipampang, tuntutan mahasiswa yang beberapa diantaranya mengenakan pakaian adat koteka ini, mendesak pemerintah agar segera mengusut tuntas dan adili pelaku pelanggaran HAM secara militerisme di wilayah Dogiyae Papua.

Namun baru saja membentuk barisan, kelompok aksi ini mendapat penghadangan dari aparat Kepolisian Resort Kota Malang, karena belum mengantongi ijin sebagaimana mestinya.

Diwakili Iptu Fajar sebagai negosiator, aparat Polrestabes berusaha keras memberikan penjelasan kepada koordinator aksi dan meminta untuk membubarkan diri, karena dinilai menggelar aksi di depan publik tanpa ijin.

“Kami mohon pengertian dengan sangat agar adik-adik mahasiswa semua bersedia membubarkan diri, silahkan menggelar aksi di depan publik namun patuhi juga aturannya,” hardik Iptu Fajar. Jumat (25/52018)

Namun imbauan dan permintaan aparat ini ternyata tidak membuat mahasiswa asal papua ini surut, dan tetap berusaha untuk meneruskan aksinya.

Upaya negosiasi masih terus dilakukan, namun akhirnya aparat merasa kuwalahan mendengar jawaban keras yang disertai teriakan dari peserta aksi.

Alhasil, aparat membubarkan paksa dan membawa seluruh peserta aksi ke Mako Polres.

Upaya tindakan tegas ini ternyata mendapatkan perlawanan, sehingga situasinya makin memanas bahkan nyaris bentrok.

Tak butuh waktu lama, jumlah aparat yang lebih banyak dari peserta aksi segera menggelandang paksa para peserta aksi untuk naik ke armada truk yang telah disiapkan.

Namun saat digiring menuju truk, seluruh peserta aksi mulai mengumandangkan lagu adat dengan teriakan “Papua Merdeka”. (q cox)

Reply