DSC Bukan Sekedar Dana Hibah

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – PT Wismilak Inti Makmur Tbk kembali menggelar kompetisi wirausaha bertajuk Diplomat Success Challenge (DSC) yang ke 9 dengan hadiah hibah modal usaha senilai total Rp 2 miliar.

Perwakilan PT Wismilak Inti Makmur Tbk, Edric Chandra mengatakan DSC adalah bentuk kepedulian terhadap pembangunan ekosistem kewirausahaan di Indonesia. Bukan sekedar kampanye tapi menyebarkan semangat, bagaimana cara dan disiapkan envoirmentnya.

“Karena fokusnya bukan sekedar hibah modal usaha tapi juga mentoring dan memastikan bisnisnya tumbuh dan establish,” katanya saat Satu Atap Sharing Session Diplomat Success Challenge yang menghadirkan Anita Danuargo, Diplomat entrepreneur Network
Delvino Mahsavareza dan Founder Itsbana Chips.

Prinsipnya pada sub misi pertama yang akan ditutup pada 1 Oktober mendatang peserta dapat mensubmit bisnis plannya www.wismilak-diplomat.com. “Selanjutnya akan dikurasi yang menjalankan bisnis itu, apakan dia paham, piawai dan memiliki pesona yang baik. Sebagai angel investor DSC ingin memastikan dana dihibahkan tepat guna,” lanjut Edric.

DSC mengangkat tema #SUKSESMU sebagai landasan bagi para peserta/challenger DSC, bahwa kesuksesan yang diraih, seharusnya juga dapat memberi manfaat kepada orang banyak/masyarakat. Kompetisi wirausaha DSC selain bertujuan menumbuhkan wirausaha muda Indonesia, juga bertujuan memberikan dampak yang luas kepada masyarakat.

“UMKM di Indonesia meningkat 7% dibandingkan sebelumnya. Namun masalahnya 55 juta diantaranya di level mikro contoh tukang nasi goreng, tukang bakso, warkop tetapi sebenarnya Indonesia untuk menjawab sebagai negara berkembang di 2025 paling tidak dibutuhkan 1 juta bisnis unit di level medium dan small. Analoginya dari 1 juta orang itu akan bisa mempengaruhi atau meningkatkan perekonomian kepada 5 juta orang lain minimal meningkatkan Gross Domestic Product 175 T,” paparnya.

DSC pada tahun ini akan menghadirkan para juri, yang terdiri dari Surjanto Yasaputera (profesional di dunia marketing) sebagai Ketua Dewan Komisioner. Selanjutnya Helmy Yahya (Direktur Utama TVRI), Antarina SF Amir (Direktur Pengelola HighScope Indonesia) dan Veronika Linardi (Pendiri & CEO Qerja.com). Ketiganya bertindak sebagai juri atau Dewan Komisioner.

“Kami berharap semakin banyak ide bisnis yang relevan dengan Indonesia dan memberikan dampak positif kepada masyarakatnya. Kami menargetkan 8000 proposal ide bisnis yang masuk pada penjaringan kali ini. Kami akan mensosialisasikan DSC di 32 titik di Indonesia,” tutup Edric. (q cox, Tama Dinie)

Reply