Even Kelud Adventure Trail Dinilai Sukses, Tapi Panitia Mengaku Kecewa

KEDIRI (Suarapubliknews.net) – Kelud Adventure Trail dalam perayaan Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1214 yang dipusatkan di Lapangan Desa Tawang, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Minggu (25/3/2018) menyisakan ganjalan.

Betapa tidak, meskipun secara pelaksanaan terbilang sukses, tetapi panitia merasa ada pihak tertentu yang mencoba untuk mempolitisisasi.

Tegel Budianto, Penasihat Panitia Kelud Adventure Trail mengatakan, rasa kekecewaanya terhadap tindakan Camat Wates Arif dipicu oleh permintaan paksa kepada panitia agar menurunkan back drop di panggung, sehari sebelum pelaksanaan, Sabtu (24/3/2018) petang.

“Semalam saya ada di Pos I. Ada berita dari pelaksana dibawah, bahwa diperintah oleh saudara camat untuk menurunkan back drop, Atas hal itu kemudian saya meluncur ke lokasi dan saya tanya, apa alasannya meminta supaya back drop diturunkan namun dia tidak menjawab hanya hanya diam. Mungkin dia diperintah sesuatu. Amarah kami naik, ini pesta rakyat dan kami di lapangan merasa dilecehkan,” kata Tegel disela kegiatan di Lapangan Desa Tawang, Minggu (25/3/2018) siang.

Menurut dia, Back drop yang diturunkan ini ada gambarnya Ketua Komuitas Trail Kediri (KTK) baru, Slamet Budiono. Panitia sengaja memasang foto Wakil Direktur SDM Pabrik Rokok PT Gudang Garam Tbk Kediri ini dengan tujuan memperkenalkan kepada para rider yang mengikuti kegiatan tersebut. Pasalnya, sedikitnya ada 2.000 rider yang hadir.

Dan mereka, lanjut Tegel, bukan hanya dari Kediri melainkan dari berbagai daerah di Indonesia. Diantaranya dari Pasuruan, Batu, Malang, Temanggung, Madura, Ujung Pandang, Ambon. Bahkan, ada satu peserta dari Singapura. Foto Slamet Budiono sengaja dipasang agar rider dari luar daerah mengetahui Ketua KTK yang baru.

Tegel menambahkan, meskipun kecewa dan merasa dilecehkan, tetapi akhirnya manitia menuruti permintaan Camat Wates. Setelah berkoordinasi dengan para panitia dan Ketua KTK, akhirnya back drop diturunkan dan diganti dengan yang baru. Namun demikian, Tegel merasa ada pihak tertentu yang sengaja mempolitisir. Mengingat saat ini sudah memasuki tahun politik.

“Ada apa dibalik ini? Kalau bicara politik, di dalam panitia tidak ada satupun yang ngomong politik. Dengan kejadian ini, kami pun akhirnya melakukan gerakan rakyat. Saya mencari tahu ada apa sebenarnya. Kemudian saya temukan beberapa kaos di lapangan, pada penggemar seseorang,” keluhnya.

“Saya temukan kaos ini berinisial E. Kaos tersebar di wilayah Petung Ombo, lewat ibu-ibu dan disanapun kami akan menelusuri. Kalaupun kami merasa dipolitis, kami merasa sakit,” imbuhnya.

Dia menjelaskan bahwa seperti yang menjadi program KTK baru, mencoba untuk meningkatkan soladiritas dan soliditas para rider, juga bimbingan para rider agar lebih merangkul masyarakat, sehingga citra rider dimata masyarakat juga baik. Alhamdulillah, anggota komplit, sudah kita buktikan hari ini.

Sementara itu Ketua KTK, Slamet Budiono yang dikonfirmasi secara terpisah mengaku, tidak mempermasalahkan pelorotan back drop bergambar dirinya. Dia sendiri yang memerintahkan panitia agar menuruti permintaan Camat Wates memberedel back drop tersebut dengan tujuan untuk kelancaran kegiatan dan meriahnya hari jadi Kabupaten Kediri.

Kendati demikian, dirinya meyakini bahwa pemasangan back drop oleh panitia tersebut tidak melanggar aturan. Panitia juga sudah meminta izin resmi mengenai kegiatan tersebut kepada kepolisian.

“Dari panitia memasang backdrop, karena ini kepengrusuan baru KTK, teman-teman punya inisiatif untuk mengenalkan Ketua KTK kepada para rider luar kota, kemudian dari pihak berwenang diturunkan,” jawabnya.

Namun, katanya, demi meriahnya Hari Jadi Kabupaten Kediri dan lancarnya kegiatan ini, kami himbau tidak ada masalah. Saya yakinkan, apa yang kita lakukan tidak melangar hukum. Kami taati itu, dan selamanya kami akan taati hukum,” jelas Mbah Met, sapaan pria berkacamata ini.

Masih kata Mbah Met, pemasangan back drop dengan foto-foto panitia maupun rider selalu dilakukan diberbagai tempat. Bahkan, pada event kelas Nasional di Batu, Jawa Timur, back drop bergambar fotonya dipasang. Padahal, waktu itu, Mbah Met bukan Ketua KTK, melainkan hanya rider biasa.

“Kami akan mencoba, ke depannya agar tidak melanggar hukum, aturannya bagaimana. Sehingga kami menjadi jelas. Bahkan di Batu, di seluru Indonesia, Ketua panitia, penyelenggara, nuwun sewu (baca : mohon maaf) gambar saya waktu even Nasional saya dipasang, padahal, saya waktu itu saya hanya rider,” terangnya.

Diakhir penyampaiannya, Mbah Met mengucapkan Dirgahayu Kabupaten Kediri ke-1214. Dirinya berharap keberadaan para rider yang tergabung dalam KTK terus bermanfaat untuk masyarakat di Kabupaten Kediri. “Saya mewakili KTK dan masyarakat trail, menyampaikan Dirgahayu Kabupaten Kediri,” serunya.

Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kediri, Krisna Setiawan mengatakan, Camat Wates meminta panitia menurunkan backdrop karena tidak sesuai dengan tema. Pasalnya, kegiatan Kelud Adventure Trail merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Kediri. Sehingga backdrop yang dipasang harus sesuai dengan tema.

“Kelud Adventur Trail itu memang rangkaian dalam kegiatan hari jadi. Makanya pak Camat Wates, karena Beliau Selaku Ketua Seksi Kegiatan itu. Kemarin melihat beliau tidak ada koordinasi seperti itu. Karena tidak sesuai dengan tema. Kecuali kalau memang evennya adalah milik KTK sendiri, ya silahkan,” jelas Krisna Setiawan.

Menanggapi pernyataan Panitia Kelud Adventure Trail yang dirasa dipolitisir, Krisna Setiawan balik bertanya. “Yang mampolitisir yang siapa dan yang mana,” tanya Krisna.

Dalam kegiatan Kelud Adventure Trail ini, backdrop disediakan oleh pemerintah daerah. Sedangkan backdrop bergambar Ketua KTK yang diberedel, dikatakan Krisna bukan dari pemda. Dan isinya tidak sesuai dengan tema Hari Jadi Kabupaten Kediri.

Untuk diketahui, setelah panitia menurunkan backdropbergambar Ketua KTK, kemudian menggantinya dengan backdrop baru. Backdrop berlatar belakang warna hitam tersebut bertuliskan KELUD ADVENTURE TRAIL LAGI dengan sponsor utama Gudang Garam Suraya Nation.

Dalam kegiatan ini, para rider berkendara motor trail dengan lintasan di lereng Gunung Kelud. Mereka mengambil finish di Lapangan Desa Tawang, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Tampak meriah acara ini, karena ada hiburan musik dangdut dan pengundian hadiah. Masyarakat berduyun duyun datang untuk menyaksikan langsung. (q cox, Iwan)

Reply