Faham Radikal Masuk Mushola, Warga Graha Kuncara Kemiri Sidoarjo ‘Geger’

SIDOARJO (Suarapubliknews) – Puluhan warga Graha Kuncara Kemiri Sidoarjo bersama para pendiri Mushola setempat berbondong bondong mendatangi Kantor Kepala Desa Kemiri terkait indikasi munculnya ajaran radikal di wilayahnya. Rabu (8/5/2019) malam.

Pertemuan ini melibatkan seluruh pengurus RT/RW dan ketua Takmir mushola sementara, yang juga dimediasi oleh Danramil, Kapolsek serta tokoh agama. Hadir pula beberapa Ormas yang turut membantu pembinaan terkait pencegahan penyebaran ajaran radikal.

Menurut Puryono salahsatu pendiri yayasan Mushola, munculnya kelompok ajaran radikal ini dimotori oleh pendiri Mushola lain yang selama ini dikenal memiliki faham yang berseberangan dengan warga sekitar yang mayoritas berbasis NU, dengan cara memanfaatkan kevakuman kepengurusan Mushola (takmir).

“Dalam mediasi ini diharap bisa membantu dan mencegah serta memberantas penyebaran ajaran radikal tersebut serta merukunkan kembali umat islam khususnya diperumahaan graha kuncara kemiri sidoarjo,” ucap Puryono kepada media ini.

Puryono menuturkan bahwa indikasi munculnya ajaran radikal ini dimotori oleh salahsatu pendiri Mushola dengan cara menggandeng kelompok lain agara bisa menguasai keberadaan Mushola yang didirikannya.

Dampaknya, selama bulan ramadhan warga sekitar tidak bisa memanfaatkan Mushola untuk beribadah maupun kegiatan lain yang berkaitan dengan acara keagamaan.

“Dalam bulan suci Ramadhan ini warga graha kuncara sangat prihatin tidak bisa mengelola dan menggunakan mushola ini sebagaimana mestinya serta aktivitas ramadhan khususnya,” tegas Puryono.

Diakhir paparannya, Puryono mengatakan bahwa besok hari jumat (10/5/2019) Kepala Desa memanggil seluruh pengurus (takmir) Mushola yang hingga saat ini belum mendapat pengesahan.

Tujuannya, pihak Polsek dan Koramil akan memberikan klarifikasi terkait asal usul masuknya ajaran radikal, namun juga akan disisipi acara pengesahan susunan kepengurusan takmir berikut ketuanya. (q cox, NH) .

Reply