Gandeng Mahasiswa ITS, Pertamina Ciptakan Inovasi Bidang Listrik

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Salah satu masalah yang dihadapi PT. Pertamina Terminal BBM (TBBM) Surabaya adalah konsumsi listrik yang sangat besar tiap bulannya. Bisa dipastikan menyentuh angka 300 juta Rupiah.

Ketua Team Kinematic Flywheel Convertion Wahyu Nugroho mengatakan teamnya menciptakan KFC alat yang dapat merubah energi gerak menjadi listrik. Menariknya, cara kerja KFC sama dengan mesin jahit, yakni mendapatkan sumber energi dari pijakan truk BBM.

“Dengan menekan piston yang akan menggerakkan roda gigi dan dikonversikan pada flywheel untuk memutar altenator. Altenator merupakan energi alternatif yang merubah gerak menjadi listrik, nantinya akan disimpan pada aki dan dapat menghidupkan lampu di beberapa titik,” katanya.

Distribusi listrik terdapat pada pintu masuk truk BMM yang menghidupkan 6-8 lampu dan pos satpam 2-4 lampu. “Karena operasional pengisian truk BBM 24 jam non stop, maka aki dari dari KFC akan terus terisi. Manfaatnya, pengeluaran listrik dapat ditekan empat persen tiap bulan, sehingga satu tahun mencapai angka penghematan hingga 160 juta,” papar Wahyu.

Namun, untuk dapat melewati KFC truk BBM memiliki kualifikasi tersendiri yakni harus dalam keadaan kosong dengan kapasitas 8, 16, 24, 32, dan 40 kiloliter (kl). “Untuk mencegah kerusakan alat, truk yang sudah ada isinya kami arahkan pada jalur lain,” lanjutnya.

Dalam proses pengerjaan, Pertamina menggandeng dua mahasiswa, Ilham Kuncoro (Diploma Teknik Mesin Industri) dan Alan Budi Pratama (S1 Teknik Sistem Perkapalan). Membutuhkan waktu empat bulan untuk menyelesaikan KFC.

“Kami mengikutsertakan mahasiswa agar mendapatkan keakuratan dua sisi, yakni data dan perhitungan secara sistematis, meskipun halangan terberat adalah mengganti desain hingga empat kali dikarenakan konstruksi materialnya,” ungkap alumni Diploma Teknik Mesin Industri ini.

Ia menambahkan sejak dioperasikan pada bulan Oktober, alat ini telah meraih berbagai penghargaan yakni Best of The Best Inovasi Wilayah Jawa Timur, Bali, NTT dan NTB, dan Predikat Emas untuk Pertamina Direktorat Pemasaran.

“Kami berharap ke depannya, KFC dapat diaplikasikan di cabang Pertamina yang lain dan digunakan pada jalan tol,” pungkasnya. (q cox, Tama Dinie)

Reply