Gara-Gara Achta, Even Lomba Foto Komunitas PPP di KBS Kembali Terganjal

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Berniat ingin turut mempromosikan keberadaan Kebun Binatang Surabaya (KBS), komunitas fotografer yang tergabung dalam Prajurit Pecinta Photograpy (PPP) yang anggotanya mencapai 250 orang dari berbagai daerah se Jatim, harus menerima kekecewaannya lagi setelah kegiatannya terganjal selam beberapa tahun.

Hengky Krisna ketua komunitas Prajurit Pecinta Photograpy sangat meyakini jika proposal yang diajukan selalu terganjal oleh Achta Boestami Tajudin mantan Dirut PDTS KBS yang kini menduduki posisi Direktur Operasional.

“Dari dulu, setahu saya proposal kami selalu mentah oleh keberadaan orang ini (Achta Boestami Tajudin-red), tetapi kami sendiri tidak pernah diberikan alasannya, kenapa proposal kegiatan kami ditolak,” ceritanya kepada Suarapubliknews.net, Rabu (4/1/2017).

Padahal, lanjut Hengky, tujuan kami jelas, yakni turut mempromosikan KBS sekaligus membantu memberikan data kekinian kongkrit terkait keberadaan satwa di KBS, karena seluruh hasil lomba foto, kami serahkan ke KBS. Panitia penyelenggara juga melibatkan manajemen KBS untuk penjurian.

“Dan kami juga memberikan kontribusi dana berupa pembelian tiket dari seluruh peserta yang jumlahnya mencapai ratusan, tepatnya 250 anggota dan peserta, bahkan pada tahun 2012 kemarin, kami juga membeli seekor kambing untuk makanan satwa,” tambahnya.

Untuk diketahui, kegiatan lomba hunting foto yang diselenggarakan oleh komunitas Prajurit Pecinta Photograpy (PPP) ini terhenti hanya sampai tahun 2012, karena pengajuan kegiatan yang sama di tahun-tahun berikutnya tidak mendapatkan respon yang positip, bahkan terkesan ada penolakan tanpa alasan.

Terakhir, komunitas ini kembali mengajukan proposal penyelenggaraan even yang sama di KBS pada bulan Desember 2016, dan even sedianya akan digelar pada bulan Februari 2017. Tetapi saat berusaha untuk menghadap ke Direktur KBS melalui Humas Suyono, hanya mendapatkan janji-janji untuk diusahakan.

Fatalnya, setelah beberapa hari kemudian kembali dihubungi Hengky tepatnya tanggal 2 Januari 2017, ternyata HP Suyono Humas KBS sudah tidak merespon.

Hengky Krisna ketua komunitas Prajurit Pecinta Photograpy yang anggotanya mencapai 250 orang dari berbagai daerah se jatim.

Terakhir kegiatannya diselenggaran tahun 2012, namun kemduain pada tahun 2013 tidak mendapat restu dari manajemen KBS, demikian juga pada tahun-tahun berikutnya yakni tahun 2014. Tahun 2015 fakum, namun saat permohonan ijin penyelenggaran lomba foto kembali diajukan pada tahun 2016, lagi-lagi juga tidak mendapatkan ijin.

Anehnya, pelarangan penyelenggaran foto dengan obyek satwa di KBS ini tidak pernah diberikan alasannya. Padahal, panitia tidak pernah merepotkan apalagi membebani manajemen KBS, karena seluruh peserta tetap membeli tiket masuk.

Merasa diperlakukan tidak adil, Hengky bergegas menuju ke kantor Humas Pemkot Surabaya untuk melaporkan persoalannya kepada M Fikser Kabag Humas, yang ternyata mendapatkan respon positip.

“Saya baru saja melapor ke pak Fikser, dan mendapatkan respon positip, karena beliau berjanji akan membantu untuk mengkomunikasikan dengan manajemen KBS,” jelasnya.

Terpisah, Suyono Humas KBS mengaku jika pihaknya tidak ada persoalan terhadap kegiatan yang akan diselenggarakan oleh Prajurit Pecinta Photograpy dan sedang melakukan koordinasi dengan manajemen.

“Ya ini lagi kami zondingkan ke manajemen, soalnya ini kan habis even tahun baru, terus terang kendalanya tidak ada, nanti setelah kami rundingkan dengan manajemen, kami akan kembali menghubungi pak Hengky,” jawabnya saat dikonfirmasi media ini.(q cox)

Reply