Gelar #SayaAjaBisa #PuntungituSampah Sampoerna Ajak Perokok Peduli Lingkungan

DENPASAR (Suarapubliknews) – Sebanyak 800.000 ton puntung rokok dibuang setiap tahunnya di dunia . Di berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia, puntung rokok menjadi objek yang paling sering ditemukan pada saat kegiatan bersih-bersih pantai.

Kepala Hubungan Daerah dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Sampoerna, Ervin Pakpahan, mengatakan, sampah, termasuk puntung rokok, turut memberikan dampak terhadap lingkungan. Penanggulangan sampah memerlukan kerja sama semua pihak, baik itu pemerintah, tokoh masyarakat, pemimpin daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat umum.

“Sampoerna berharap bahwa gerakan sosial ini dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi seluruh pihak khususnya masyarakat luas untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan mengurangi sampah yang pada akhirnya akan memberikan manfaat baik terhadap mutu kehidupan,” katanya.

Gerakan sosial bertajuk #SayaAjaBisa dan #PuntungituSampah sejak awal 2019. Gerakan ini telah menjangkau beberapa kota, yaitu Bali dan Surabaya, dan bekerja sama dengan berbagai organisasi pemerhati lingkungan.

“Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Sampoerna dalam menjadi bagian solusi terhadap limbah puntung rokok secara berkelanjutan. Sebagai perusahaan yang berkomitmen dalam isu-isu keberlanjutan, Sampoerna telah dan senantiasa mengambil langkah nyata untuk berkontribusi dalam penanggulangan sampah,” lanjut Ervin.

Sampoerna, berkolaborasi dengan lembaga swadaya masyarakat Bedo, melakukan sosialisasi gerakan sosial ini kepada warga Bali. Gerakan yang telah berlangsung untuk kedua kalinya di Bali ini bertujuan mengatasi permasalahan sampah puntung rokok.

Melalui gerakan sosial ini, Sampoerna melakukan edukasi kepada masyarakat dan mendorong mereka untuk membuang sampah pada tempatnya. Tak hanya itu, Sampoerna juga membagi-bagikan kantong portable khusus untuk perokok dewasa di Bali dan Surabaya sehingga mereka bisa menyimpan sampah puntung tersebut jika tidak menemukan tempat sampah untuk membuangnya.

Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti mengatakan gerakan sosial ini sejalan dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 yang bertujuan mengurangi limbah sampah plastik hingga 70 persen. “Program ini bagus untuk mengurangi produksi sampah. Produksi sampah tidak hanya sampah plastik, tetapi juga puntung rokok,” katanya.

Setiap regulasi memerlukan dukungan semua pihak, termasuk masyarakat dan juga dunia usaha. Tanpa dukungan ini, implementasi regulasi tak akan berjalan maksimal. Sebelumnya, sosialisasi gerakan ini juga mendapat tanggapan positif dari puluhan organisasi yang peduli terhadap lingkungan.

Koordinator Sea Soldier Surabaya, Agnesia Wulandow, menuturkan bahwa untuk membangun kesadaran dalam penanganan sampah memang butuh kerja dari berbagai pihak. Penanganan sampah tidak hanya mengandalkan dari pemerintah.“Harus ada gerakan yang memulai serta mengedukasi di masyarakat. Sehingga sejak dini mereka sudah bisa memahami bahaya sampah,” ujarnya. (q cox, Tama Dinie)

Reply