Hadang Gerakan HTI, Ansor dan Banser Surabaya Standby di Museum NU

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Pernyataan sikap GP Ansor dan Banser Surabaya terhadap rencana aksi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) ternyata benar-benar ditindaklanjuti dengan pengerahan pasukan.
Hasil pengamatan media ini di lokasi, anggota Ansor dan Banser dari tingkat PAC se Kota Surabaya terus berdatangan. Tujuannya, melakukan pengawasan secara ketat terhadap kedatangan HTI yang saat ini sudah mulai berdatangan di Masjid Agung Al Akbar.
Menurut Farid Afif sekretaris GP Ansor Surabaya, pasukan Ansor yang disiapkan sekitar 3000 personil, karena mendapatkan dukungan dari berbagai daerah di Jatim.
“Yang dari luar Kota Surabaya sedang perjalanan kesini, totalnya nanti sekitar saya perkirakan sekitar 3000 personil,” ucapnya, Sabtu (1/4/2017)
Sekali lagi, kata Afif, ini adalah gerakan kami dalam rangka ingin mengetahui komitmen HTI, apakah akan mengikuti kesepakatannya dengan pihak keamanan (Polisi-red) atau tidak.
“Akses jalan dari Masjid Agung Al Akbar menuju froanted kami blokir, kalau sampai mereka berani melakukan konvoi, dan lolos dari penjagaan aparat keamanan maka bisa jadi kami akan bertindak,” tambahnya.
Dia mengatakan bahwa pasukannya akan menunggu sampai anggota HTI menyelesaikan kegiatan yang telah disepakati, yakni setelah sholat subuh berjamaah harus pulang.
“Kami tidak ingin kecolongan, makanya pasukan kami juga ada yang menyusup ke dalam untuk memantau semua kegiatan mereka,” jelasnya.
Untuk diketahui, kondisi sekitar Masjid Agung Al Akbar kini terlihat cukup ramai pengunjung, namun juga tidak sedikit pasukan Ansor dan Banser berpakaian preman yang tampak berlalu lalang di sekitar Masjid. (q cox)

Reply