Hari Kamis, Gedung DPRD Surabaya ‘Kosong Mlompong’

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Padatnya agenda dan jadual kunjungan kerja (kunker) anggota DPRD Surabaya memang bukan menjadi rahasia umum. Hampir setiap minggu, para wakil rakyat ini menggunakan haknya untuk melakukan kunjungan kerja, karena memang sudah diprogramkan dan anggarkan dalam APBD murni Kota Surabaya.

Artinya, meskipun jadual kegiatan kunker anggota DPRD Surabaya yang dilakukan secara berkelompok maupun perseorangan terkesan berlebihan, namun tidak bisa dinilai sebagai pelanggaran yang berkaitan dengan hak, wewenang dan jabatannya sebagai wakil rakyat.

Terbaru, jadual kegiatan kunker anggota dewan Kota Surabaya ini dibagi menjadi dua kloter dalam setiap minggunya. Kloter pertama berangkat hari Senin sore atau petang sampai hari Kamis, dan kloter kedua berangkat hari Rabo sore atau petang sampai hari Jumat.

Maka ada titik krtis di hari Kamis seperti hari ini Kamis (15/9/2016), peserta kunker kloter pertama belum sampai, dan peserta kunker kloter kedua telah berangkat. Imbasnya gedung DPRD Surabaya jl Yos Sudarso terlihat kosong mlompong di semua ruangan, kecuali ruangan Ketua DPRD, karena Armuji masih terlihat ngantor di pagi hari.

Tentu saja kondisi ini bertolak belakang dengan pernyataan Masduki Toha wakil ketua DPRD Surabaya asal FPKB, yang mengatakan jika terkait pengurangan anggaran DAU dari pusat, pihak legislative bersedia untuk melakukan pengurangan anggaran kunjungan kerja sampai akhir tahun anggaran.

“Dari sisi anggaran, Dewan juga dilakukan penghematan dengan mengurangi kunjungan kerja. Kita akan melakukan kunker hanya untuk yang urgen saja,” ucapnya kepada wartawan beberapa hari yang lalu, Selasa (13/9/2016)

Sementara menurut Ratih Retnowati wakil ketua DPRD Surabaya asal FPD, jika sesuai jadual, harusnya sudah ada anggota dewan yang sudah berkantor (stand by) di gedung kantor DPRD Surabaya jl Yos Sudarso.

“Loh harusnya sudah ada, karena yang berangkat kunker kemarin mestinya sudah balik ke Surabaya, karena yang lainnya baru berangkat,” jawabnya kepada Suarapubliknews.net via ponselnya, yang mengaku jika masih berada di Jakarta, Kamis (15/6/2016)

Fenomena ini sepertinya akan terus berlangsung, jika agenda dan jadual kunjungan kerja anggota DPRD Surabaya belum mengalami perubahan. Alasan yang paling kuat, karena kegiatan kunker telah terprogram dalam APBD murni yang telah disahkan. (q cox)

Reply