Hartoyo jadi Calon Alternatif di Muscab Demokrat Surabaya 2017

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Kontestasi perebutan jabatan Ketua DPC Partai Demokrat Surabaya yang rencananya bakal digelar bulan Maret 2017, sepertinya bakal seru, karena beberapa nama yang muncul akan melakukan persaingan yang ketat di tingkat PAC sebagai pemilih.

Yang sudah menyatakan kesiapannya antara lain Moch. Machmud, Ratih Retnowati, H. Junaedi, masing masing anggota DPRD Surabaya dan Siwandi pengurus DPC Surabaya. Sayangnya posisi Siswandi sepertinya bakal tergeser, karena DPP Demokrat dikabarkan lebih menghendaki calon yang berlatar belakang anggota legeslatif.

Namun belakangan juga beredar nama Hartoyo yang saat ini masih menjabat sebagai Plt Ketua DPC Demokrat Surabaya, pasca insiden pencopotan Dadik Risdaryanto sebagai Ketua DPC Demokrat Surabaya hasil Muscab.

Hartoyo yang dulu sempat menjabat sebagai Ketua Bidang OKK DPD Partai Demokrat Jatim dan kini naik menjadi wakil ketua DPD, dianggap sebagai sosok yang dapat mengembalikan kekuatan mesin politik partai berlambang bintang mercy di Surabaya.

Hal ini diakui oleh Agus Sriono SE, mantan pengurus DPC Partai Demokrat Surabaya yang kini lebih banyak berafiliasi di tingkat DPD Partai Demokrat Jatim.

“Opini yang berkembang, Mas Hartoyo memang sebagai calon alternatif untuk didefinitifkan sebagai ketua DPC PD demokrat surabaya, saya kira tidak masalah selama itu kebijakan atau keputusan Partai Demokrat, kita harus patuh dan hormat, beliau Senior punya banyak pengalaman di pengurusan PD Jatim,” ucapnya kepada SPNews, Kamis (23/2/2017)

Namun demikian, dari empat nama yang muncul yakni Ratih Retnowati, M Mahmud dan Junaedi juga merupakan kader terbaik di Kota Surabaya dan berhak untuk mencalonkan diri sebagai bakal calon di Muscab.

“Menurut saya, mas Machmud, mas Junaidi, mbak Ratih, Pak Siswandi itu kader PD yang kebetulan juga pengurus DPC Partai Demokrat Surabaya, beliau punya hak untuk mencalonkan sebagai Ketua DPC PD Surabaya,” ujarnya.

Lanjut Agus, masing masing punya kelebihan dan pengalaman, suatu contoh Machmud pada pemilu kemarin mendapatkn 22 ribu, itu belum ada yang menyamai untuk caleg kabupaten /kota pernah menjabat Ketua DPRD kota Surabaya.

Demikian juga dengan Junaedi, lanjutnya, beliau menjabat Sekretaris DPC PD surabaya dua periode juga ketua Fraksi PD Surabaya, sementara Ratih punya andil untuk mengatur strategi PD Surabaya jugag menjadi Wakil Ketua DPRD kota Surabaya, dan terakhir Siswandi juga kader yang mampu merangkul komunitas komunitas yg ada di Surabaya.

“Saya kira sudah saatnya PD Surabaya dipimpin oleh beliau beliau itu, yang terpenting bisa menjalan roda organisasi partai ini dengan benar dan komitmen membesarkan partai Demokrat khususnya di Surabaya. Belajar dari pengalaman yang lalu, Partai Demokrat Surabaya suaranya hancur dan hanya mendapatkan 6 kursi DPRD Surabaya,” tandasnya.

Sebagai mantan pengurus, Agus juga mengaku jika dirinya sangat kecewa dengan kepemimpinan DPC Surabaya sebelumnya, yang akhirnya dicopot posisinya oleh DPP.

“Itu tidak lepas dari peran ketua DPC PD surabaya yang tidak pecus dan tidak mampu untuk memimpin, semoga Muscab nanti ketua terpilih bisa merangkul semua pengurus,” tandasnya.

Menurutnya, baik tingkat DPC sampai jajaran anak ranting PD seluruh surabaya, membangun kebersamaan antar pengurus itu penting jangan pernah merasa HEBAT karena organisasi ini tidak bisa berjalan sendiri sendiri.

Namun dia juga berharap agar kader – kader PD Surabaya bisa berkompetisi di Muscab dengan tanpa adanya intervensi dari pihak manapun, karena dianggapnya sebagai bagian dari Demokrasi.

“DPAC PD Surabaya yang punya hak pilih agar bisa memilih calon ketua yang bener bener mampu untuk membesarkan Partai, santun, profesional dalam menjalankn roda organisasi Partai Demokrat,” harapnya. (q cox)

Reply