Havid Suadi Bisa Terganjal di Musda PAN, Ini Alasannya

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Musda Partai Amanat Anasional (PAN) Kota Surabaya dipastikan bakal digelar nanti pukul 20.00 wib di Hotel Sahid jl Sumatra Surabaya, karena Steering comttee (SC) telah mempersiapkan segalanya.

Wacana potensi terjadinya nepotisme juga semakin menguat, lantaran Bendahara DPD PAN Surabaya Havid Suadi yang saat ini terdaftar sebagai kandidat berstatus adik ipar dari Masfuk Ketua DPW PAN Jatim. Dan kabarnya, Masfuk sebagai pucuk pimpinan DPW merasa tak punya pilihan lain kecuali harus memasang saudaranya sendiri. Benarkah?

Tetapi perjalanan Havid Suadi ini bisa saja terganjal oleh manuver anggota furum yang jumlahnya sekitar 250 kader, jika ternyata lebih menghendaki untuk tetap dilakukan pemilihan. Bukan penetapan calon formatur oleh DPW seperti yang direncanakan.

Menurut Kuntjoro Wakil Sekretaris DPD PAN Kota Surabaya yang saat ini menjadi anggota Steering comittee (SC), pihaknya akan tetap menyerahkan kepada forum, mekanisme apa yang akan dipakai.

“Jika mengacu kepada AD/ART, maka harus tetap dilakukan pemilihan (voting), tetapi kalau sesuai haril Rakernas, maka bisa saja dipakai sistem formatur, namun kesemuanya akan kami kembalikan kepada forum, karena merekalah yang mempunyai hak suara,” ucapnya kepada Suarapubliknews.net, Rabu (21/9/2016)

Secara pribadi, Kuntjoro juga menyatakan jika dirinya lebih condong ke sistem pemilihan alias voting, karena merupakan aturan yang tertuang dalam AD/ART partai.

Sementara menurut Ketua Steering comittee (SC) atau panitia pelaksana Musda PAN Surabaya, Jahja Sholahudin mengatakan seluruh penyelenggaraan dan pelaksanaan Musda PAN Surabaya sudah siap dilaksanakan.

Dia juga menolak bahwa tudingan bahwa SC telah “masuk angin” untuk turut memuluskan jalan Havid Suadi, sekaligus meluruskan bahwa sejatinya di Musda kali ini tidak langsung memilih ketua, tetapi memilih 4 formatur.

“Kami ini telah bekerja sesuai aturan dan tetap berusaha untuk profesional, tidak ada istilah masuk angin, karena semuanya akan tergantung kepada formatur, yang pasti, seluruh calon akan memilik hak yang sama,” tangkisnya.

Lanjut Jahya, seluruh perangkat sudah kita siapkan, apa nanti melalui musyawarah mufakat atau melalui voting seluruhnya terserah peserta dan pimpinan Musda dari DPW PAN Jatim.

“Silahkan melakukan usulan yang tertib, dengan kepala dingin. Perbedaan tentu ada, lakukan dengan cara santun. Wong ini juga kader sendiri,” harap Jahja yang juga menjabat Wakil Ketua PAN Surabaya.

Jahja mengungkapkan ada 31 nama kandidat Ketua PAN Surabaya merupakan pengurus dan kader PAN Surabaya yang sudah mendaftar dalam pendaftaran yang dibuka mulai awal Agustus hingga awal September 2016.

“Dari 31 nama kandidat itu apakah dikerucutkan beberapa nama atau seluruhnya dipilih langsung oleh peserta tergantung panitia dari SC DPW PAN Jatim, Basuki Babussalam yang akan memimpin Musda PAN nanti malam. Kami panitia SC hanya menjaring dan menyerahkan ke DPW untuk dilakukan verifikasi kemudian mempersiapkan seluruh perangkat yang dibutuhkan untuk proses pemilihan,” ungkapnya. (q cox)

Reply