IHSG Terbaik Di Dunia, Indonesia Pasar Cantik Investor

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Indonesia diramalkan akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terkuat di dunia pada tahun 2050 mendatang dengan populasi penduduk yang mencapai 262 juta jiwa.

Kepala Pusat Informasi Go Public (PIGP) Bursa Efek Indonesia (BEI) Surabaya Dewi Sriana Rihantyasni mengatakan hal ini ditunjang dengan Gross Domestic Produk (GDP) yang sebesar 1.020 dolar AS

“Performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam 10 tahun terakhir merupakan yang terbaik di dunia dengan volume mencapai 229,66 persen. Belum lagi jika melihat data pada tahun 2016, IHSG merupakan lima bursa dengan angka return tertinggi di dunia,” katanya Selasa (12/12/2017).

Menurutnya iklim pasar modal di Indonesia saat ini dari segi marketplace penduduk indonesia merupakan pasar terbesar aktivitas digital. Serta, pemerintah mampu menjaga iklim investasi tidak terlalu fluktuatif secara ekstrem.

“Hal ini juga ditunjang dengan membaiknya tingkat Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) yang meroket menjadi peringkat tiga terbaik di dunia. Sehingga secara akumulatif dalam satu dekade terakhir IHSG adalah pasar saham yang cantik menurut para investor. Dan kondusifnya dari sektor perokonomian nasional semakin membuat investor merasa nyaman menanamkan modalnya di Indonesia,” lanjutnya.

Hal ini pula yang mendorong BEI akan merambah ke desa desa untuk memberikan sosialisasi dan pemahaman pentingnya investasi, seusai berhasil membangun Galeri Investasi (GI) yang menyasar mahasiswa.

“Itu nanti kita akan lebih banyak ke desa-desa karena kita tidak ingin supaya pasar modal itu eksklusif lagi, tapi memang itu bagian dari kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Di Jawa Timur jumlah investor terbesar masih didominasi masyarakat Surabaya dengan total 32.632 orang, disusul Malang sebanyak 8.395 orang dan Sidoarjo sejumlah 6.791 orang. Yang menjadi catatan, Pamekasan memiliki junlah investor yang cukup diperhitungkan yakni 1.354 orang.

Untuk itu, BEI mencoba menggenjot wilayah lain yang tercatat masih asing dengan literasu keuangan bentuk investasi ini. Menurutnya, keuntungan yang diperoleh dari investasi lebih baik dibandingkan lainnya, masih belum dimanfaatkan masyarakat Jatim.

“Tugas kita adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan tahu berinvestasi di pasar modal ini returnnya kan cukup besar, tapi belum dipahami oleh masyarakat, dan belum dimanfaatkan,” tambahnya.

Sementara itu, Presdir Manulife Asset Managemen Indonesia, Legowo Kusumonegoro mengingatkan, ada 3 ciri investasi bodong, yakni tingginya nilai return dalam jangka waktu singkat, janji tidak ada resiko, dan diminta ajak teman berantai.

“Masyarakat khususnya calon investor wajib paham pilihan investasinnya, salah satunya reksa dana yang mana uang investor dikelolah oleh perusahaan yang memiliki ijin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan,” pesannya. (q cox, Dn)

Reply