Ini Penjelasan DLH Surabaya soal Kerusakan Rumah Warga Dharmahusada Mas

SURABAYA (Suarapubliknews) – Menanggapi keluhan warga Perumahan Dharmahusada Mas yang resah karena rumahnya terdampak, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Surabaya memberikan keterangan yang cukup mengejutkan.

Betapa tidak, pasca sidak lokasi Kamis (1/8/2019) kemarin, Tri Dasto Kabid Pengawasan dan Pengendalian Lingkungan Hidup DLH kota Surabaya, menyatakan jika keretakan rumah warga karena tekanan tanah akibat beban bangunan di sekitarnya.

“Tanah bergerak sehingga rumah rumah tertarik dan terjadi keretakan.” terang Tri Dasto kepada wartawan saat ditemui dikantornya. Jumat (2/8/2019).

Tidak hanya itu, mantan Kabid Jalan dan Jembatan DBMP ini juga membenarkan jika keretakan rumah warga disebabkan oleh pembangunan Apartemen Grand Dharmahusada Lagoon.

“Iya keretakan rumah warga disebabkan pembangunan apartemen GDL.” tegasnya.

Tri Dasto juga menerangkan, saat dilakukan tes tanah di lokasi tersebut ternyata hasilnya memang labil.

“Karena kondisi tanah disitu jelek sekali. Informasinya seperti itu, kan ada narasumber dari ITS. Disitu ditunjuk oleh PP untuk menyelidiki dan mengetahui tanah disitu,” terangnya

“Ternyata tanah disitu kurang baik dan jelek walaupun tanpa beban itu juga akan mengalami penurunan juga bisa terjadi seperti itu. Apalagi dibebani beban yang sangat berat sekali sehingga akan terjadi suatu sleding sehingga akan tertarik dan retak.” imbuhnya.

Sebelumnya, Nur Jaman Kepala Project Apartemen Grand Dharmahusada Lagoon (GDL) sempat menampik jika kerusakan rumah warga Perumahan Dharmahusada Mas disebabkan oleh pembangunan Apartemen GDL. (q cox, pan)

Reply