Institut Teknologi Telkom Segera Hadir Di Surabaya

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) akan segera menghadirkan Institut Teknologi Telkom Surabaya. Saat ini di bawah naungan YPT telah diselenggarakan tiga perguruan tinggi, yaitu Telkom University di Bandung, ITTelkom Purwokerto dan Akatel Jakarta.

Ketua Yayasan Pendidikan Telkom, Dwi S. Purnomo mengatakan YPT hadir untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui lembaga-lembaga pendidikan yang dimilikinya. Sejalan dengan misi PT. Telkom hadir untuk negeri, YPT menyebarluaskan pendidikan berbasis ICT terbaik bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

“Kami berharap ITTelkom Surabaya akan memberi warna baru di dunia pendidikan tinggi di Indonesia, dan memberikan kontribusi nyata untuk menghasilkan generasi unggul. Selain itu juga menjadi pilihan baru bagi masyarakat yang mengingingkan pendidikan tinggi berkualitas terbaik,” katanya.

Dipilihnya Surabaya sebagai lokasi pengembangan lembaga pendidikan tinggi YPT dikarenakan beberapa hal. Di samping merupakan salah satu pusat pendidikan, Surabaya juga menjadi pusat ekonomi dan pengembangan industri maritim, logistik, dan transpostasi untuk Kawasan Timur Indonesia.

Dalam penyelenggaraannya, ITTelkom Surabaya memiliki kekhasan keilmuan untuk mendukung tiga sektor pembangunan utama, yaitu transportasi, logistik dan maritim. ITTelkom Surabaya akan membuka 7 Program Studi (Prodi), yaitu Prodi S1 Teknik Telekomunikasi, Podi S1 Teknik Elektro, Prodi S1 Teknik Komputer, Prodi S1 Teknik Industri, Prodi S1 Sistem Informasi, Prodi S1 Teknologi Informasi, dan Prodi S1 Rekayasa Perangkat Lunak.

“ITTelkom Surabaya diharapkan mampu menghasilkan karya-karya Tridharma Perguruan Tinggi (Pendidikan – Peneletian – Pengabdian kepada Masyarakat) yang bermutu, memperluas kesempatan akses belajar di perguruan tinggi bagi masyarakat, serta berkontribusi meningkatkan APK (angka partisipasi kasar) pendidikan tinggi di Indonesia,” lanjut Dwi.

ITTelkom Surabaya sudah menyiapkan dosen pengajar sebanyak 42 orang. Dari kesemua dosen tersebut, 65 persennya di antaranya berasal dari Surabaya. Sementara, 35 persen sisanya berasal dari berbagai daerah di Jatim, seperti Sidoarjo, Madiun, Malang, Jember dan kota lainnya. (q cox, Dn)

Reply