Jadi Partai Pemenang, PDIP Kembali Pimpin DPRD tanah Bumbu

TANAH BUMBU (Suarapubliknews) – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendominasi perolehan suara partai pada kontestasi Pemilu 17 April lalu dengan perolehan 13 kursi dari 35 kursi di DPRD Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) Kalimantan Selatan, yang diperebutkan.


Sementara partai lainnya seperti Golkar hanya mendapatkan 6 kursi, Gerindra 6 kursi PKB 5 kursi, PAN 2 kursi, PKS 1 kursi, PPP 1 kursi dan Nasdem 1 kursi.

Tingginya perolehan suara PDIP ini ditunjang oleh para Caleg yang memang memiliki skill dalam ilmu politik. Selain itu para Caleg yang maju merupakan Incumbent.

Sebut saja H. Supiansyah ZA.SE.MH. yang sudah 2 periode menjadi Ketua Dewan dan 1 periode menjadi wakil Ketua Dewan.

Selanjutnya H. Abdul Kadir, Abdul Rahim (mantan dari partai Hanura), Andi Erwin Prasetya (mantan dari partai Hanura), I Wayan Sudarman, Parman dan Tri Joko, sementara sisanya pendatang baru.

PDIP juga mendominasi calon legislatif dari kaum perempuan, mereka adalah Hj. Erna Wati, Novi dan Suci Ayu. sementara dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) hanya 2 (dua) orang.

Sementara yang meraih suara terbanyak dari caleg terpilih lainnya dari partai PDI -P adalah Andrean Atma Maulany, SH.SE. pendatang baru didunia politik yang digadang – gadang bakalan akan menjadi Ketua Dewan Tanbu.

Tapi itu tidak mungkin karena masih ada orang yang paling senior di PDIP Tanbu yakni H. Supiansyah ZA.SE. MH.

H.Supiansyah orang yang sudah banyak makan garam di PDI -P ini, mulai sejak di Kabupaten Kotabaru hingga di Kab. Tanbu ini. Suka duka menjadi Ketua Dewan telah dilaluinya dengan baik, sehingga kesempatan kemungkinan kembali menjabat Ketua di DPRD Tanbu masih terbuka.

“Kalau menurut saya siapapun yang akan menjadi ketua bagi saya tidak masalah, hanya saja suara terbanyak itu tidak mesti menjadi ketua, karena kedudukan Ketua itu ditentukan  langsung oleh Ketua Umumnya yakni Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDI – P yakni Megawati Soekarnoputri” beber H. Upi.

Selain itu katanya menambahkan bahwa aturan penetapan  Ketua bukan hanya di PDIP saja akan tetapi di semua partai.

“Jadi suara terbanyak tidak mesti menjadi ketua, karena aturannya ada di ketua umum,” sebutnya. (q cox, Imran).

Reply