Jaga Kedaulatan, Bank Indonesia Gandeng TNI AL Edarkan Rupiah di Pulau Terluar

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Bank Indonesia (BI) melepas pelayaran kapal TNI AL KRI Sidat 851 di di Pangkalan Komando Armada Timur TNI AL, Dermaga Ujung, Surabaya. Kapal tersebut akan mengedarkan uang kas rupiah ke 5 pulau terpencil Indonesia.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah mengatakan kegiatan Ekspedisi Layanan Kas Kepulauan merupakan kelanjutan dari kerjasama Bank Indonesia dengan TNI AL yang telah berlangsung sejak 2015 dan merupakan penguatan dari program layanan kas yang telah dilakukan sebelumnya.

“Program ini merupakan inisiatif Bank Indonesia untuk meningkatkan perluasan jangkauan distribusi uang dan layanan kas BI hingga mencapai area desa yang selama ini sulit mendapatkan uang dengan kualitas yang baik,” katanya dalam acara Seremonial Pemberangkatan Tim Ekspedisi Layanan Kas Kepulauan Kantor Perwakilan BI Jatim.

Diluncurkan pada Juli 2017, Ekspedisi Layanan Kas Kepulauan atau yang dikenal juga dengan BI Jangkau dilakukan di 8 (delapan) provinsi pilot project yang memiliki daerah 3T (terpencil, terdepan, dan terluar), yaitu Kepulauan Riau, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Papua.

“Bank Indonesia diberikan amanat Undang-Undang untuk bisa menyediakan uang rupiah dengan kualitas baik di seluruh wilayah NKRI, tidak hanya di perkotaan tapi juga di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan terpencil),” lanjut Difi didampingi Asrena Pangarmatim Kolonel Laut Roni Saleh.

Difi menambahkan sebagai negara maritim dengan jumlah 17.000 pulau, kedaulatan Indonesia sudah seharusnya dijaga hingga pulau-pulau terluar dan terpencil. Namun kenyataannya, transaksi ekonomi masih dilakukan dengan rupiah yang lusuh, rusak, dan tidak layak edar.

“Bahkan, masih ada masyarakat di sebagian kecil daerah perbatasan yang masih melakukan transaksi ekonomi dengan mata uang asing. Kerjasama ini adalah komitmen menjaga kedaulatan Indonesia,” tambahnya.

Dengan membawa modal kerja sebesar 8,5 Milyar Rupiah, kegiatan ini akan berlangsung selama 6 hari mulai tanggal 20 hingga 26 Maret 2018 menjangkau Pulau Kangean, Pulau Sapeken, Pulau Kalambau, Pulau Matasiri dan Pulau Karumputan dengan dipimpin oleh Mayor Irwin dari TNI AL. (q cox, Tama Dinie)

Reply