Jakarta Meledak, Ini Reaksi Warga Kota Surabaya

Peledakan granat yang dilakukan 5 orang anggota kelompok teroris di pos polisi depan pusat perbelanjaan Sarinah jl MH Thamrin Jakarta dan merenggut 2 nyawa dan 24 luka-luka warga di Jakarta mengundang reaksi diberbagai daerah.

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Di Kota Surabaya, puluhan anggota Komunitas bicaraSurabaya menggelar aksi mengutuk terorisme. Menariknya, dua bule cantik ikut bergabung untuk menyuarakan damai itu indah.

Di tengah aksi berlangsung, mahasiswa Universitas Airlangga ikut bergabung mengecam terhadap teror bom di Jakarta. Aksi yang dilakukan di depan Gedung Negara Grahadi itu digelar, Jumat (15/1/2016) dinihari.

Awalnya, komunitas bicaraSurabaya yang terdiri dari politisi, wartawan, pengusaha dan birokrasi itu membentangkan berbagai poster bertuliskan Fuck u teroris, Teroris Wedhus #kamitidaktakut, serta berbagai poster yang berisi kecaman atas kebiadaman teroris.

Aksi itu diperhatikan oleh dua bule cantik asal Amerika yang sedang menikmati suasana malam Kota Surabaya. Dua bule itu lantas menyapa dan ikut bergabung dalam aksi simpatik itu.

Dua bule yang enggan disebut namanya itu pun mendapat jatah poster dan mengatakan bahwa ikut simpatik terhadap kondisi yang menimpa Jakarta, bahkan ia ikut menguatkan warga Jakarta supaya tidak takut dalam teror ini.

“We are concerned whit what happened in Jakarta and through this event people in Indonesia shows that they are not affraid, (Kami prihatin dengan apa yang terjadi di Jakarta dan melalui acara ini masyarakat di Indonesia menunjukkan bahwa mereka tidak takut-red),” katanya.

Sementara itu, juru bicara komunitas bicaraSurabaya, Didik Prasetiyono mengatakan bahwa melalui aksi simpatik ini, komunitasnya ingin memberikan support kepada warga Jakarta dan berbagai daerah di Tanah Air supaya tidak pernah takut dengan teror itu.

“Tunjukkan pada dunia bahwa kita bisa dan kita tidak takut pada teroris,” ujarnya.

Bahkan, Didik juga menyampaikan banyak terima kasih kepada pihak kepolisian dan TNI yang telah bahu-membahu mengevaluasi korban dan memburu para teroris yang membuat kekacauan di Ibu Kota Jakarta.

“Kami juga menyampaikan dukungan kepada aparat dalam memburu para teoris,” kata dia.

Mahasiswa Universitas Airlangga, Mohammad Hervie menyampaikan apresiasi kepada komunitas bicaraSurabaya yang telah menggelar aksi simpatik itu. Ia juga optimis bahwa para teroris itu tidak akan pernah masuk ke Kota Surabaya karena warganya selalu bondo nekat (Bonek).

“Saya yakin tidak akan pernah mampir ke Surabaya, pasti di gasak kalau ke Kota Surabaya ini,” kata dia. (q cox, R)

Reply