Jelang IMLEK, Klenteng Hong San Ko Teen Gelar Tradisi Cuci Patung Dewa

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Satu pekan jelang perayaan imlek, sebuah klenteng tua yang telah berusia 97 tahun bernama Hong San Ko Tee di jalan Cokro Aminoto Surabaya, menggelar tradisi bersih-bersih klenteng dan mencuci patung dewa. Rabu (3/2/16).

Tradisi dan ritual ini bertujuan untuk membersihkan diri dari rasa iri hati dan dengki serta berharap kelancaran rezeki di tahun baru imlek dengan shio monyet api.

Sejumlah pengurus klenteng terlihat sedang melakukan bersih-bersih klenteng, baik perangkat, mimbar, lantai hingga mencuci seluruh patung dewa yang ada di dalam klengteng.

Sebanyak 10 patung dewa dicuci menggunakan air bunga mawar, diantaranya patung Dewa Bumi, patung Dewa Kong Co Kon, Dewa Tik Coen Ong, Dewi kwan im, serta Dewa Mak Co.

Menurut Puji Astuti salah satu pengurus klenteng Hong San Ko Tee, ritual bersih-bersih klenteng ini selalu dilakukan setiap tahun oleh klenteng yang berdiri sejak tahun 1919 ini, tepatnya sepekan sebelum perayaan imlek tiba. Ritual dan tradisi ini memiliki simbol untuk membersihkan diri agar umat yang akan merayakan imlek terhindar dari masalah iri hati, dengki dan semua sifat buruk.

“Kita ada ritual bersih-bersih semua barang di klenteng ini , ini merupakan simbol supaya kita juga membersihkan diri agar menghadapi imlek tidak ada rasa iri hati dan dengki, serta diberikan kelancaran rezeki di tahun baru nanti,” ujarnya

Tak hanya itu, menurut kepercayaan warga tiong hoa ,makna perayaan Hari Raya Imlek tahun monyet api ini adalah hari dimana umat yang merayakanya bisa berkumpul bersama keluarga, bersilaturahmi kepada orang tua, memohon maaf dan ampunan untuk selalu berbakti. (q cox, W)

Reply