Jelang Lebaran, Jumlah Warga Tak Mampu di Surabaya Semakin Nyata

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Ribuan warga kurang mampu dikawasan jalan Panggung Surabaya dan sekitarnya rela berdesakan untuk mengantre pembagian zakat mal dari salah seorang pengusaha tekstil yang tinggal dikawasan jalan Kalimas Udik K-Ia Surabaya.

Warga kurang mampu dari sekitar kawasan tersebut, terlihat berdesakan, bahkan banyak pula anak balita yang menangis karena terjepit, demi mendapatkan zakat mal yang berupa uang tunai senilai Rp 30 ribu.

Salah satunya adalah, Painah warga Bulak Banteng Surabaya, yang rela mengantri sejak jam 10.00 WIB. Walaupun pintu gang dibuka Jam 13.00 WIB, Kasih rela berpanas-panasan sambil menggendong anaknya yang masih balita.

Painah yang datang bersama teman- temannya tersebut mengakui bahwasanya dirinya selalu mengikuti bagi-bagi Zakat Mal disetiap tahunnya.

“Sudah tiga tahun ini saya selalu ikut bagi-bagi zakat mal. Walaupun hanya mendapatkan Rp 30 ribu saja, tapi lumayan buat tambahan beli beras,” kata Painah.

Saat ditanya kenapa membawa anak sampai ikut kepanasan, Painah mengakui bahwa jika anaknya tidak ikut maka tidak anaknya tidak ada yang jaga di rumah.

“Ayahnya kerja, kalau tidak diajak kasihan anak saya di rumah sendirian tidak ada yang jaga,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu pantia Zakat Mal, Syahabudin Syahab menuturkan bahwa kegiatan zakat mal ini dilakukan setiap tahunnya.

“Setiap orang mendapatkan uang Rp 30 ribu dan kami akan memberi semua orang yang ikut mengantri dikegiatan ini,” ucap Syahabudin. (q cox)

Reply