Jelang Muscab Demokrat Surabaya, Ratih Retnowati Kantongi Dukungan 18 PAC

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Dikabarkan bahwa DPC Partai Demokrat Surabaya akan segera menggelar Muscab setelah penyelenggaran Musda DPD Partai Demokrat Jatim terlaksana. Meskipun waktunya belum ditentukan, namun dapat dipastikan bahwa Musda dan Muscab Partai Demokrat yang agendanya pembentukan struktural baru bakal tergelar di tahun ini (2016).

Untuk Surabaya, sejumlah nama mulai mengemuka sebagai kandidat ketua DPC yang siap berlaga di Muscab Demokrat Surabaya 2016 seperti Ratih Retnowati, Siswandi, M Mahmud, Felix Sutanto, serta Lutfi Affandi.

Seperti yang diberitakan media ini sebelumnya bahwa Partai Demokrat kini memilih untuk memakai sistem yang kondusif untuk pemilihan dan penyusunan strutural partai di tingkat daerah, sehingga tidak akan terjadi pertarungan terbuka seperti sebelumnya.

Dampaknya, kini di intern Demokrat Surabaya dikabarkan sudah mulai memanas, utamanya di tingkat PAC yang merupakan lumbung suara bagi para kandidat. Dengan gerbongnya masing-masing, para kandidat sudah mulai blusukan ke tingkat anak cabang (PAC) untuk bisa mendapatkan dukungan.

Pasalnya, rekom dukungan PAC inilah yang akan direspon sekaligus menjadi dasar DPD dan DPP untuk mengesahkan sekaligus mengukuhkan sang kandidat sebagai ketua dan jajaran strukturalnya.

“Sekarang kandidat cukup mengumpulkan surat dukungan resmi (bermaterai) dari PAC untuk disetorkan ke tingkat DPD dan DPP, yang tentu akan dilakukan ferivikasi, siapa yang dinilai mendapatkan dukungan terbanyak, otomatis akan dikukuhkan sebagai ketua, dan calon ketua ini juga sudah menyodorkan susunan struktural bentukannya,” terang salah satu kader Demokrat Surabaya yang tidak bersedia disebut namanya.

Belakangan diperoleh info jika dukungan PAC untuk Ratih Retnowati yang saat ini duduk sebagai wakil ketua DPRD Surabaya terus bertambah, dari 29 PAC di seluruh Kota Surabaya (2 PAC masih kosong yakni Wonokromo dan Pakal-red), telah berhasil mengumpulkan dukungan 50 persen lebih.

Betapa tidak, dari jumlah total 29 PAC, Ratih Retnowati telah berhasil mengumpulkan dukungan sebanyak 18 PAC (lebih dari 50 persen), dan untuk 11 PAC sisanya masih dalam proses. Alasannya, karena pengurus PAC saat ini berharap adanya perubahan manajemen sekaligus penyegaran di tubuh partai.

Hal ini dikatakan oleh Mochamad Basori ketua PAC Tegalsari yang mengatakan bahwa dirinya berharap adanya perubahan ditingkat pimpinan, karena menilai bahwa posisi ketua DPC di Surabaya yang bergender laki-laki sebelumnya tidak pernah mampu membesarkan partai.

“Saat ini kami butuh Srikandi, karena terbukti pimpinan laki-laki sebelumnya tidak pernah mampu membesarkan partai, dan Bu Ratih sudah teruji dan terbukti sebagai anggota dewan dengan suara yang signifikan (besar) dan berhasil menduduki posisi puncak di DPRD Surabaya sebagai wakil ketua,” ucapnya. Rabu (11/5/2016)

Tidak hanya itu, Basori secara tegas mengatakan bahwa pihaknya butuh sosok pemimpin yang bisa mengayomi sekaligus berkomunikasi aktif terhadap jajaran kepengurusan di bawahnya.

“Kami butuh yang bisa mengayomi, pimpinan yang komunikatif dengan jajaran struktural dibawahnya temasuk kami yang ada di PAC, jadi tidak putus ditengah jalan, dan menurut saya hanya Bu Ratih yang cocok,” tambahnya.

Sebagai pengurus partai Demokrat Surabaya yang mengaku sudah banyak makan asam garam selama bertahun-tahun, Basori menilai bahwa sosok Ratih telah didukung oleh unsur tiga (3) pilar.

“Kami butuh pimpinan yang bisa membesarkan partai, bukan sosok yang dibesarkan oleh partai, juga yang memenuhi unsur tiga pilar, yakni pengusaha, hukum dan anggota dewan, dan kesemuanya ini ada pada sosok Ratih Retnowati,” tandasnya.

Pertarungan calon ketua DPC Demokrat Surabaya jelang Muscab memang tidak terlihat muncul di masyarakat apalagi di pemberitaan media, namun panasnya suasana di intern DPC Demokrat Surabaya tak bisa dibantah, layaknya api dalam sekam. Pasalnya, DPD Jatim dan DPP Partai Demokrat telah memberikan instruksi kepada jajaran di bawahnya, utamanya di tingkat DPC untuk tidak melakukan ekspose apapun terkait Muscab dan Musda. (q cox)

Reply