Kapan dan Dimana Pesta Miras Kader Hanura Jatim? Ini Jawabannya

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Pertanyaan Warsito Sekretaris DPD Hanura Jatim yang termuat dimedia ini saat di mintai konfirmasi, “Tanyakan saja kejadiannya kapan dan dimana? Ternyata beberapa saat kemudian spontan dijawab oleh Agus Santoso Sekretaris DPC Hanura Surabaya.

Menurut dia, pesta miras yang dilakukan oleh beberapa jajaran pimpinan DPD Hanura Jatim itu, sesaat setelah menghadiri acara Muscab DPC Hanura Mojokerto.

“Saya memang baru saja mendapatkan info kapan dan dimananya, makanya tadi (saat presscon-red) saya belum menyebutkan, karena memang belum tahu, tetapi baru saja saya mendapatkan info jika acara itu pada hari minggu pertengahan bulan Oktober 2016, nama hotelnya Maharaja, setahu saya itu milik Husein,” ucapnya, Selasa (29/11/2016)

Tepatnya, Lanjut Agus, tanggal 23 oktober 2016 di Hotel Maharaja di wilayah Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang, acaranya Tasyakuran atas turunnya SK Plh Ketum tentang pergantian pengurus DPD jatim

Untuk diketahui, sebelumnya Agus Santoso Sekretaris DPC Hanura Kota Surabaya tiba-tiba menggelar presscon di kantor DPC Hanura Surabaya Jl Raya Ngagel Surabaya. Dia menunjukkan beberapa bukti foto pesta miras yang digelar oleh sejumlah pengurus DPD Hanura Jatim, yang saat ini menduduki beberapa jabatan penting.

Dalam foto itu, terlihat beberapa pengurus inti DPD Hanura Jatim seperti Warsito Sekretaris, Wayan Dendra Bendahara, Eko mantan ketua PAC Sawahan yang kini menjabat sebagai anggota Bappilu DPD Hanura Jatim, serta beberapa kader lainnya.

“Kami sebenarnya tidak mempersoalkan soal pesta miras itu, jika tidak memakai baju partai, ini persoalannya mereka semua yang ada disitu masih memakai baju dan kaos kebesaran partai, dengan tulisan yang jelas Hanura,” ucapnya, Selasa (29/11/2016)

Agus mengatakan jika sejumlah bukti foto sudah dikirimkan ke beberapa pengurus DPP Hanura, juga di grup WA milik partai. Bahkan rencananya besok dirinya akan bertolak ke Jakarta untuk memenuhi panggilan DPP guna klarifikasi.

“Saya sudah laporkan bukti foto ini ke DPP, baik secara pribadi maupun share di grup WA partai, agar semuanya mengerti, seperti apa sebenarnya prilaku para pengurus DPD Hanura Jatim saat ini,” katanya.

Sebagai kader partai Hanura, Agus mengaku merasa malu dan merasa mempunyai kewajiban untuk meminta maaf kepada masyarakat, terkait kejadian pesta miras yang dilakukan oleh para petinggi partai Hanura Jatim, dengan bukti foto tersebut.

“Perkiraan saya, pesta miras ini dilakukan sebelum tanggal 28 November, karena saya lihat di foto ini, bajunya belum ganti, maka sekarang kami punya kewajiban untuk meminta maaf kepada masyarakat atas kejadian ini, karena ini menyangkut etika dan moral, apalagi dilakukan oleh oknum-oknum kader partai yang saat ini justru menduduki posisi jajaran pimpinan di DPD Jatim, dan pesta miras itu juga dilarang oleh agama,” tandasnya. (q cox)

Reply