Kembali di Lurug Bonek, Pejabat Dispora Surabaya “Ngacir”

Kantor Dispora kota Surabaya kembali di lurug sejumlah Bonek pendukung Persebaya Surabaya (ISL) yang hari ini gagal melakukan latihan di stadion Tambaksari Surabaya karena pintunya terkunci. (8/1/14)

SURABAYA (SPNews) – Pemain Persebaya Surabaya (ISL) yg berniat melakukan latihan untuk persiapan kompetisi super Liga ISL hari ini kembali gagal lantaran stadion Tambaksari ternyata kondisi pintunya telah terkunci. Padahal sehari sebelumnya Edy Kasubag Dispora Surabaya menyatakan bahwa stadion Tambaksari bisa dipakai untuk latihan.

Kejadian ini membuat bonek pendukung Persebaya Surabay (ISL) geram dan kembali mendatangi kantor Dispora Surabaya di Jl Jimerto. Namun sayang, kedatangannya kali ini tidak ditemui satupun pejabat dispora Surabaya yang bersedia menemui termasuk Edy yang dikatakan sedang melakukan tugas diluar kantor.

“kosong mas, semua melakukan tugas luar,” ucap salah satu anggota Linmas yang sedang bertugas sembari berdiri didepan pintu masuk kantor Dispora.

Merasa kecewa, sejumlah bonek yang dipimpin Okto K Dnukh alias Okto tyson bergeser ke balai kota berniat untuk melaporkan kejadian yang dialami para pemain persebaya ke walikota sdbagai pemangku kebijakan.

Namun saat masih di ruang loby bertemu dengan Sumarno Kepala Bakesbanglinmas dan kemudian menyampaikan maksud dan alasannya berniat menemui Walikota Surabaya.

Mendengar kronologis yang diceritakan Okto Tyson, Sumarno spontan menghubungi kantor Dispora untuk klarifikasi. Sebagai pimpian SKPD yang membidangi soal kemanan, sosial dan poltik, Sumarno  terlihat kecewa dan marah kepada si penerima telpon yang diduga adalah sekretaris Dispora.

“ini bagaimana, kok nggak ada yang nemui, kalau tidak ada siapapun, sekretatis kan ada, jangan malah di pimpong dan saling lempar begini,” ucap sumarno via ponselnya sembari melangkah menuju ruang kantor Walikota.

Sementara Okto Tyson mengaku sangat kecewa dengan Dispora Surabaya yang dengan sengaja mengunci pintu stadion Tambaksari tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya sehingga sempat mengecewakan sejumlah pemain yang datang dan siap berlatih.

“karena berfikir tidak ada masalah, maka sejumlah pemain Persebaya datang untuk latihan, dan kami sangat kaget saat mendapati pintu stadion yang telah terkunci, makanya kedatangan kami kesini untuk mempertanyakan, tapi mereka semua (pejabat Dispora-red) malah terekesan lari, untuk itu kami geser saja ke kantor walikota untuk melapor sekaligus mempertanyakannya,” tandas okto.

Sampai berita ini diluncurkan, sejumlah bonek masih berada di loby balai kota menunggu kesiapan Tri Rismaharini Walikota untuk menerimanya. (q cox)

Reply