Kepsek SMPN 1 Batulicin Minta Pemkab Tanbu Perbaiki Kondisi Bangunan dan Tambah Fasilitas Sekolah

TANAH BUMBU (Suarapubliknews.net) – Karyadi, S.Sos Kepala Sekolah SMPN 1 Batulicin mengeluhkan kondisi bangunan dan fasilitas siswa di sekolahnya, karena dinilai jauh dari kategori layak, padahal lokasinya di tengah kota.

Pasalnya, dinding bangunan sebagian masih dari papan dan lantainya belum seluruhnya menggunakan material keramik. Dampaknya, kaos kaki siswa/siswi cepat kotor apalagi pada musim hujan, karena kondisinya becek.

“Memang saya pernah menyampaikan hal ini dengan pak Plt. Bupati Sudian Nur, tapi mungkin karena kesibukan beliau sehingga sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya,” ujar Karyadi.

Tidak hanya itu, kata Karyadi, SMPN 1 Batulicin juga belum memiliki tempat ibadah bagi siswa/siswi muslim (Mushollah), maka tak jarang pasa siswa selalu kebingungan mencari tempat sholat, usai mengambil air wudlu.

“Dulu sekolah ini ada tempat ibadahnya akan tetapi ketika ada pemugaran mushollahnya malah dihilangkan, akhirnya para siswa kesulitan kalau sudah sampai waktu sholat,” ungkap karyadi

“Saya berharap Pemerintah Daerah segera merealisasikan keinginan ini, agar anak – anak didik kami khusu didalam mendirikan sholat Fardhu,” imbuhnya

Dikatakan Karyadi bahwa dirinya berkeinginan sekolah yang dipimpinnya bisa berkembang dan memiliki fasilitas yang memadai, serta memiliki tempat ibadah dan tempat bermain sehingga membawa suasana belajar yang baik.

“Sekarang ini halamannya saja tidak disemen sementara tanahnya berwarna merah akibatnya kaus kaki anak – anak cepat kotor,” papar Karyadi.

Dijelaskannya SMPN 1 Batulicin ini memiliki 857 Siswa /Siswi. “Nach bayangkan saja kalau sudah tiba waktu sholat Dzuhur anak-anak pada bingung, mereka mencari tempat yang suci untuk tempat sholat, saya kasian,” paparnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh ibu wali murid Maiya katanya sering mengganti kaus kaki anak – anaknya karena sudah pada sobek ujung- ujungnya bahkan yang bagian tumit.

“Anak saya 2 orang yang sekolah di SMPN 1 Batulicin ini cewek sudah kelas 9 yang cowok sudah kelas 8, jadi saya kasian melihat kaus kaki anak – anaknya didobel dobel karena bagian tumit dan ujungnya sudah pada sobek, saya tanya kenapa kaus kakinya cepat sobek, jawab anak-anaknya kan keseringan dicuci karena cepat kotor, kalau tidak dicuci kaus kakinya yang asalnya warna putih hitam berubah menjadi warnah tanah merah,” ungkap Maiya.

Dikonfirmasi pada pekan lalu, Kepala Dinas Pendidikan Ir. Sartono, MS.i mengatakan bahwa dirinya sangat mendukung upaya Kepsek SMPN 1 Batulicin, karena sesuai standar pendidikan setiap sekolah harus memiliki sarana prasarana utama sekolah, seperti ruang kelas, ruang guru, ruang Kepala Sekolah, ruang Laboratorium IPA dan tempat Ibadah atau mushollah.

“Salah satu fokus pendidikan sekarang ini adalah meningkatkan pengembangan pendidikann karakter salah satunya adalah sarana Ibadah, idialnya setiap sekolah harus memiliki tempat ibadah itu sangat mendukung pengembangan peningkatan pendidikan Karakter”sebut Sartono. (q cox, Imran)

Reply