Kinerja Holcim Melorot 0,7% di 2017

JAKARTA (Suarapubliknews.net) – Kinerja PT Holcim Indonesia Tbk di 2017 terimbas kondisi kelebihan pasokan semen nasional yang belum teratasi. Dari laporan keuangan yang dirilis perusahaan (25/4), tercatat penjualan bersih sebesar Rp 9,38 triliun di tahun 2017, turun 0,7% dari Rp 9,458 triliun di tahun 2016.

Adapun unit bisnis agregat dan beton jadi mencatat pertumbuhan penjualan yang kuat. Agregat bertumbuh menjadi Rp 143,87 miliar di tahun 2017, tumbuh 33,84% dari Rp 107,49 miliar di tahun 2016. Sedangkan layanan konstruksi lainnya menjadi Rp 384,25 miliar pada tahun 2017 atau tumbuh lebih dari dua kali lipat dari Rp 186,48 miliar pada tahun 2016.

Tekanan harga sebagai dampak kelebihan pasokan berimbas pada penurunan EBITDA. Holcim mencatat kerugian Rp 758 miliar atau naik 165,9% dari periode sebelumnya sebesar Rp 285 miliar.

Chief Executive Officer Holcim Indonesia, Gary Schutz dala keterangan persnya mengatakan pendatang baru di dunia semen telah memperoleh pangsa pasar yang cukup besar sejak seluruh total kapasitas mereka selesai pada tahun 2014-2015.

“Kehadiran dari para pemain baru juga telah mendorong persaingan harga yang semakin ketat, khususnya untuk lokasi di luar pulau Jawa, dimana para pelanggan lebih mementingkan harga ketimbang merek dagang yang lebih baik. Jika dilihat dari pasar geografis, penjualan semen di Indonesia masih berfokus di wilayah Jawa, diikuti dengan Sumatra, Sulawesi dan Kalimantan,” katanya.

Gary menambahkan peningkatan realisasi proyek infrastruktur pemerintah seperti jalan tol, bandara, dan pengembangan pelabuhan, diharapkan mampu meningkatkan permintaan pasokan semen dan beton di tahun 2018.

Selain itu di tengah kondisi kelebihan pasokan, para pelaku industri semen di Indonesia memiliki peluang untuk melakukan ekspor ke negara tetangga yang masih mengalami kekurangan pasokan semen.

“Meskipun kinerja ekonomi, intervensi harga dan kekurangan poin penting dalam stimulus dan rencana infrastruktur, Holcim Indonesia telah siap untuk peningkatan kompetisi,” tambahnya.

Selain merespon kebutuhan pasar di Jawa dengan memperkenalkan produk dan solusi inovatif, Holcim juga mengantisipasi potensi pertumbuhan pasar di Sumatera Selatan dengan mempersiapkan kehadiran terminal semen di Palembang yang diharapkan akan selesai dibangun di 2018. (q cox, Tama Dinie)

Reply