KM Wihan Sejahtera Tenggelam di Terminal Teluk Lamong

KM Wihan Sejahtera yang berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Labuhan Bajo Ende Nusa Tenggara Timur tenggelam di depan Terminal Teluk Lamong Surabaya, Senin, 16 November 2015. Korban yang berhasil ditemukan sebanyak 26 orang, dan kemungkinan masih bisa bertambah.

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Kasi Patwalair Ditpolair Kepolisian Daerah Jawa Timur , Komisaris Aryanto Agus menjelaskan kronologi tenggelamnya KM Sejahtera yang mengangkut sekitar 100 penumpang lebih itu. Awalnya, kapal itu berangkat dari pelabuhan Zamrud Surabaya sekitar pukul 09.00.

Selanjutnya, sekitar pukul 09.30, KMP Wihan Sejahtera telah merasakan benturan dengan benda di lunasnya yang mengakibatkan lunas robek dan bocor.

“Selang 15 menit kemudian, atau sekitar 09.45 diduga terjadi benturan kapal, sehingga langsung miring ke kiri,dan semua manifest kapal jatuh ke laut,” kata Aryanto kepada wartawan disela-sela mengevakuasi korban.

Ketika itu, lanjut dia, semua penumpang langsung memakai lifejacket, dan sudah ada beberapa orang yang langsung melompat ke laut. Kemudian, pukul 10.15, KP Perkutut-3005 bersama dengan Wadirpolairda Jatim dan beberapa personil gakkum melaksanakan SAR. “Sejak pukul 11.00 sampai sekarang, terus dilakukan pengecekan terhadap korban yang berhasil diselamatkan dan kegiatan ini masih berlangsung,” kata dia.

Menurut Aryanto, dari unit kapal yang dimiliki sebanyak 5 unit kapal Patroli, pihaknya langsung mengevakuasi korban-korban, dan selanjutnya langsung dilarikan ke rumah sakit PHC Surabaya.

Pantauan media Suarapubliknews.net, proses evakuasi itu masih terus berlangsung di laut, satu persatu para penumpang dibawa ke darat oleh pihak polisi air. Sedangkan di rumah sakit PHC Surabaya,  beberapa penumpang yang luka ringan hingga parah langsung mendapat perawatan intensif, sementara para keluarga korban terus berdatangan untuk menjenguk korban.

Sebanyak 26 korban penumpang Kapal Motor Wihana Sejahtera yang tenggelam di Dermaga Teluk Lamong pada Senin pukul 09.30 WIB menjalani perawatan di Rumah Sakit PHC Tanjung Perak Surabaya. Korban diprediksi akan terus bertambah.

“Jumlah korban yang dirawat di RS PHC untuk sementara berjumlah 26 penumpang‎,” kata Manajer Pemasaran dan Pengembangan Usaha RS PHC Surabaya, Harry Setiawan, di RS PHC.

Dari 26 itu, 20 korban di antaranya mengalami luka memar. Sementara satu korban lainnya mengalami luka patah tulang di bagian kakinya.

“Kemudian ‎korban luka berat atas nama Fadli Adam (30), kini masih menjalani perawatan khusus oleh tim dokter,” katanya.

Sementara 25 korban lainnya, yaitu Indri (22) asal Surabaya, Hubi Laili (27) asal Banyuwangi, Ana (3), Serlina (23) asal Flores, Theresia (22), Haris Efendi (23), Sutamah (55) asal Surabaya, Heru Kusri Wibowo (44), Cicilia Mariana (42), Sutaji (55) asal Surabaya.

Kemudian, Humaiyah (50) asal Ende, Sukristanto (29) asal Jombang, Halimah (61) asal Ende, Safira (4) asal Ende, Suryanti Asia (25) asal Flores, Suwesti (32) asal Flores, Sergioneta (1,5) asal Flores, Lusia Ngolek (32), M. Natsir (23) asal Sidoarjo, Maria Yunita, Fadrianus Jelan, Marissa, M. Najewah dan Maria Beatrix, Teresia Nadila (11) asal NTT.

“Saat ini pihak RS telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk memberi perawatan terbaik kepada seluruh penumpang kapal yang menjadi korban,” pungkasnya. (q cox)

Reply