Korban Akui Belum Terima Santunan, Armuji: ‘Wes diselesaikan kok’

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Sikap apriori yang ditunjukkan manajemen PT Cipta Karya Multi Teknik sebagai pelaksana proyek pembangunan Basement Balai Pemuda Surabaya, terhadap korban kecelakaan kerja yang menimpa Suyono (38) anggota Pamdal DPRD Surabaya, memang bisa dibilang tidak terpuji.

Pasalnya, sampai hari ke tiga, tak satupun manajemen PT Cipta Karya Multi Teknik, yang menemui atau menjenguk korban yang saat ini tergolek di rumahnya jl Margodadi Gg 5 no 11 Surabaya. Apalagi menerima santunan seperti yang di euforiakan di berbagai media.

Dihubungi media ini, Nanang Agus pimpinan PT Cipta Karya Multi Teknik tdak memberikan respon apapun. Padahal, korban sangat berharap mendapatkan santunan, karena dirinya harus kontrol dua hari sekali, sampai jahitan dilukanya sembuh total. Dokter memperkirakan selama 12 hari.

Kepada media ini, korban bernama Suyono mengaku kalau sampai sore ini rumahnya tidak kedatangan tamu siapapun, kecualai hanya sanak saudaranya sendiri. “Tidak ada, dari pihak PT belum ada yang kesini,” ucapnya lemah

Terpisah, Ratih Retnowati wakil ketua DPRD Surabaya mengatakan, seharusnya semua pihak bisa membantu korban, utamanya pihak yang terkait yakni PT Cipta Karya Multi Teknik. Karena menurutnya kejadian itu adalah kecelakaan kerja yang masih dilingkungan proyek.

“Ini soal kemanusiaan, siapa yang mau kakinya tergencet plat seperti itu, dan siapa yang mengganggap bahwa insiden itu tidak ada kaitannya dengan proyek itu, kan kakinya tergencet gara-gara trucknya proyek, dan plat itu juga miliknya proyek, jangan ngaco ah,” ucapnya berapi-api, Kamis (29/6/2016)

Tidak hanya itu, Ratih juga meminta kepada semua pihak, termasuk anggota dewan untuk membantu korban, apapun bentuknya, tidak hanya materi, bisa juga berupa suport, karena status korban adalah pegawai di lingkungan DPRD Surabaya.

“Sebagai sesama manusia, kami semua juga punya kewajiban untuk membantu, jangan coba-coba untuk menjadikan ini sebuah kesempatan, siapapun dan apapun jabatannya, …jangan, ….sekali lagi jangan, itu dosa besar loh, kecuali kalau memang sudah tidak punya hati dan rasa kemanusiaan,” tegasnya.

Kemudia media ini berusaha menghubungi Armuji ketua DPRD Surabaya, untuk meminta penjelasan terkait janji pemborong yang akan memberikan santunan kepada korban, karena jika tidak, sebelumnya Armuji mengancam akan memberhentikan kegiatan proyek.

Ternyata Armuji menjawab “Wes di selesaikan kok”. Jawaban ini tentu sangat bertolak belakang dengan kenyataan, karena faktanya, korban belum pernah dijenguk apalagi menerima santunan dari PT Cipta Karya Multi Teknik.

Penasaran, media ini terus mengejar ke anggota dewan lain, untuk mendapatkan informasi dimana keberadaan santunan itu? Dan kepada siapa santunan itu diberikan? kenapa tidak dilakukan sendiri oleh manajemen PT Cipta Karya Multi Teknik, sekaligus menjenguk kondisi korban.

Dan ternyata mendapatkan jawaban “Ke sekwan jare, tapi aku nggak tau berapa nilainya”. Jawaban ini terus dikejar media ini ke komandan Pamdal Budijono, yang ternyata mengaku belum menerima, dan berjanji akan meng-cross check dulu ke Sekwan DPRD Surabaya.

Ada sejumlah pertanyaan yang mulai muncul. Pasca munculnya kalimat ancaman dari Armuji Ketua DPRD Surabaya melalui berbagai media, kenapa manajemen PT Cipta Karya Multi Teknik masih bergeming selama dua hari. Tidak muncul, apalagi memberikan santunan.

Dan kenapa belakangan santunan untuk korban itu justru disampaikan melalui pihak lain (media ini masih menelusuri, siapa penerimanya-red), bukan langsung oleh staf atau pimpinan PT Cipta Karya Multi Teknik sendiri yang memberikan? Dunia memang penuh keanehan.

Karena jika melalui Armuji Ketua DPRD Surabaya atau Sekwan, tentu tidak ada kaitannya dengan insiden yang menimpa korban, pasalnya hal ini hanya masalah kemanusiaan.(q cox)

Reply