L’Oréal Indonesia Dukung Revitalisasi SMK melalui Pelatihan Kecantikan Rambut

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Professional Products Divison (PPD) L’Oréal Indonesia mendukung revitalisasi SMK melalui pelatihan kecantikan rambut khusus untuk guru-guru SMK Kecantikan Rambut se-Jatim.

General Manager Professional Products Division PT. L’Oréal Indonesia Michael Justisoesetya mengatakan Visi misi PPD adalah untuk mendukung dan memajukan industri tata rambut serta mempromosikan profesi penata rambut.

“Hal ini kami tuangkan dalam program kami bertajuk Hairducation yang bertujuan untuk membina penata rambut masa depan melalui edukasi. Hal ini sejalan dengan program revitalisasi SMK yang tengah digalakkan oleh pemerintah sejak tahun 2016 lalu. Salah satu hal yang kami dukung melalui program ini adalah pengembangan kompetensi guru kecantikan rambut di SMK, seperti yang kami baru saja jalankan di Jatim,” katanya

Pelatihan ini merupakan realisasi dari program Hairducation yang tengah dilakukan oleh PPD L’Oréal Indonesia dan didukung penuh oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Bertempat di SMK 1 Buduran Sidoarjo, sebanyak 44 guru dari 32 SMK di seluruh Jawa Timur mengikut kelas intensif kecantikan rambut yang diselenggarakan selama 1 bulan penuh sejak bulan November lalu.

Pemilihan wilayah Jawa Timur sebagai wilayah pertama diadakannya pelatihan tata rambut ini dikarenakan wilayah ini memiliki kemajuan industri tata rambut dan salon yang cukup pesat dibandingkan dengan wilayah lainnya. “Selain itu, jumlah SMK yang ada di Jawa Timur merupakan salah satu yang paling besar di Indonesia,” tambah Michael.

Dalam menjalankan pelatihan ini, PPD L’Oréal Indonesia menggandeng salah satu brand di bawah naungannya yaitu L’Oréal Professionnel untuk memberikan pelatihan kecantikan rambut mencakup mencakup teknik pewarnaan rambut, teknik pelurusan dan pengeritingan rambut, teknik pengguntingan rambut serta manajemen salon dengan proporsi 30% teori dan 70% praktek. (q cox, Dn)

Reply