Manajemen Masjid Agung Al-Akbar Pasang Pagar, Begini Dampaknya

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Ada pemandangan yang berbeda di kawasan sekitar jalan lingkar Masjid Agung Al-Akbar Surabaya (MAS), karena di beberapa sisi jalan tersebut telah terpasang pagar pengaman.

Warga setempat bernama Johanis Saiya mengaku prihatin dengan kondisi saat ini, karena akibat pemagaran itu, beberapa warga yang ingin menyeberang atau melintasi pagar harus berjibaku dengan resiko tercebur ke sungai.

“Saya juga bingung, sebenarnya kawasan jalan yang statusnya fasum itu menjadi hak dan wewenang siapa, itu kan milik Pemkot Surabaya, tapi faktanya, kok bisa se enaknya memasang pagar, yang seakan merupakan kawasan miliknya,” ucap Joni-sapaan akrab Johanis Saiya. Senin (27/3/2018)

Menurut Joni, seharusnya Pemkot Surabaya tidak ragu-ragu lagi dalam melakukan penegakan Perda, karena aturan yang dibuat berlaku untuk seluruh warga kota Surabaya, baik secara pribadi maupun corporasi.

“Masjid Agung itu masuk wilayah Kota Surabaya, maka segala kebijakan manajemen Masjid juga harus mengacu, tunduk dan patuh dengan Perda Kota Surabaya,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Ketua LSM Garuda RI ini juga menginformasikan jika kondisi jalan lingkar di sekitar MAS, kini juga telah dipenuhi PKL yang berakibat kemacetan lalu lintas di jam-jam dan hari tertentu.

“Saya minta pemkot Surabaya juga menelusuri siapa sebenarnya yang membolehkan keberadaan PKL di sisi pagar itu, padahal telah disiapkan kawasan sentra PKL di lahan sebelahnya,” imbuhnya.

Menanggapi pertanyaan warga ini, Ana Camat Jambangan mengaku telah berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait (OPD), meskipun hasilnya masih belum disampaikan.

“Terkait hal tersebut, pihak Kecamatan telah koordinasi dengan melaporkan kondisi yang ada sesuai fakta di lapangan kepada OPD terkait sesuai fungsi penegakan perda, yang menjadi dasar untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut,” tuturnya.

Sayangnya, sampai berita ini dilansir media ini asih belum berhasil melakukan konfirmasi dengan pihak manajemen MAS. (q cox)

Reply