Menikah, Whisnu Sakti Buana Tetap Pimpin Peringatan HUT PDIP

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Whisnu Sakti Buana Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya yang kini menduduki posisi jabatan Wawali Kota Surabaya semakin menunjukkan karakternya sebagai politisi tulen sekaligus kader PDIP militan.

Betapa tidak, ditengah momen besar pribadinya yakni pernikahannya yang kedua dengan mempersunting Dini Syafariah Endah sebagai permaisurinya, Whisnu Sakti Buana masih menyempatkan diri untuk memimpin acara peringatan HUT PDIP ke 44.

Dalam sambutannya, WS-sapaan akrab Whisnu Sakti Buana- menyampaikan target perolehan kursi untuk DPRD Surabaya menjadi 30 kursi dari jumlah kursi saat 15 kursi.

“2019 kita rebut 30 kursi di surabaya, sekarang 15 kursi. Merebut 30 kursi bukan hanya kerja keras tapi menjaga sikap,” kata Whisnu saat memberikan sambutan HUT PDIP ke 44 di Kantor PDIP Surabaya, Jalan Kapuas, Selasa (10/1/2017).

Tidak hanya itu, sikap ‘gentleman’ juga ditunjukkan oleh WS, yang tidak segan-segan mengkritik tindakan kader PDIP Surabaya yang melakukan konvoi dan menyebabkan kemacetan di jalan, karena dianggap mengganggu.

“Seperti tadi bikin konvoi, sudah macet malah bikin macet. Ngono kok arep oleh 30 kursi, harusnya bisa mikir dan mengayomi warga. Bukan malah membuat warga kesulitan,” ujarnya.

Untuk diketahui, iring-iringan simpatisan yang mengarak Wakil Wali Kota Whisnu Sakti Buana bersama istri Dini Syafariah Endah sempat membuat kepadatan lalu lintas yang mengarah ke dalam kota. Pasalnya, para simpatisan menutup seluruh lajur jalan dan berjalan perlahan sehingga kendaraan di belakang rombongan tidak bisa mendahului.

Saat sampai di Kantor PDIP Surabaya, pengantin baru itu disambut dengan lagu selamat ulang tahun yang dipopulerkan grup band Jamrud. “Selamat ulang tahun PDIP ke 44 sekaligus selamat menempuh hidup baru buat Mas Whisnu dan Mbak Dini,” kata satu dari tiga penyanyi.

Kedua mempelai langsung disambut ratusan simpatisan dan kader yang ingin mengucapkan selamat dan berfoto bersama. Setelah itu, kedua mempelai menyaksikan tari remo yang dibawakan siswa SDN Pucang Jajar.

“Hari ini hari luar biasa bagi PDIP dan saya bersama istri. Atas doanya mengakhiri masa lajang, selama ini jadi dua biar tidak menjadi lapuk. Saya beruntung dapat istri sejak SMP, bukan CLBK karena 28 tahun mencintai dia tidak pernah berhenti,” kata Whisnu dalam sambutannya. (q cox)

Reply