Merasa Aman di Mojokerto, Mahasiswa Papua : NKRI Harga Mati

MOJOKERTO (Suarapubliknews) – Kondisi memanas yang terjadi di beberapa titik di Papua dan Papua Barat membuat Dandim 0815 Mojokerto, Letkol Kav Hermawan Weharima berinisiatif melakukan silaturahmi dengan belasan mahasiswa yang belajar di Mojokerto.

Silaturahmi itu bertujuan untuk memastikan situasi kondusif di Mojokerto khususnya. Dandim juga siap memberikan perlindungan dan keamanan pada 18 mahasiswa asal Papua yang tergabung dalam Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa Indonesia Timur (IKMIT), karena memang sudah menjadi tugas TNI.

Silaturahmi tersebut berlangsung di Pujasera depan Kampus Institut KH Abdul Chalim (IKHAC), tempat mereka menimba ilmu. Suasana sangat cair, dan penuh dengan kehangatan.

“Tidak usah khawatir. Kami berada di belakang mereka. Kami siap melindungi mereka. Apapun itu, karena ini merupakan kewajiban kami aparat, baik TNI maupun POLRI untuk melindungi seluruh warga Indonesia. Siapapun itu. Apapun sukunya,” tegas Dandim 0815 Mojokerto, Letkol Kav Hermawan Weharima, Kamis (22/8/2019) pagi.

Sementara itu satu diantara belasan mahasiswa asal Papua yang belajar di Mojokerto, Agus Salim Saka bersyukur bisa belajar dengan nyaman di Mojokerto, tanpa ada sedikitpun masalah. Dirinya pun meminta kepada sanak kerabat yang ada di Sorong, Papua Barat untuk tidak terprovokasi.

“Pace-Mace yang ada di Sorong, Kitong baik-baik saja di Jawa, Khususnya Mojokerto. Kitong dilindungi oleh Dandim. Jadi Pace-Mace tak perlu khawatir toh. Tak perlu terprovokasi,” ujar Agus.

Kegiatan silaturahmi itu pun berakhir manis dengan foto bersama Dandim dan perwakilan dari Polres Mojokerto. Bahkan di akhir acara, secara bersama-sama, mereka mengucapkan dengan semangat slogan nasional ‘NKRI Harga Mati’. (q cox, Wid)

Reply