Merasa Ditipu, Customer Sipoa Grup “Wadul” ke Adies Kadir Anggota Komisi III DPR-RI

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Setelah mengadu ke berbagai pihak merasa gagal, kini puluhan warga korban pengembang Sipoa Group yang tergabung dalam Paguyuban Pembeli Oroyek Sipoa (P2S) mengadukan nasibnya Adies Kadir anggota Komisi III DPR RI. Jumat (9/3/2018)

Pertemuan ini difasilitasi oleh Fakultas Hukum Unair agar para korban bisa mengadu langsung ke Adies Kadir anggota Komisi III DPR RI yang berasal dari daerah pemilihan Surabaya- Sidoarjo.

Sesuai paparan Yulia Ketua P2S, warga sangat berharap kepada Adies Kadir untuk membantu penyelesaiannya, karena merasa ditipu oleh pengembang (Sipoa Group) atas pembelian apartemen murah di Sidoarjo.

Yulia mengatakan jika pembayaran telah dilakukan sejak tahun 2014 dan kini telah lunas, yang nilai rata-ratanya diatas Rp 200 Juta. Namun setelah menunggu tiga tahun sampai lunas ternyata tak kunjung dibangun.

“Perjuangan kami begitu sulit, hak kami telah diambil oleh developer nakal bahkan busuk, kami hanya menuntut uang kami bisa kembali, tetapi rupanya jalannya tidak semudah yang kami bayangkan, bahkan belakangan kami juga menerima cek kosong (blong) yang kemudian kasusnya kami laprokan ke Polrestabes, demikian juga yang sudah lunas juga belum mendapatkan haknya,” ucap salah satu warga.

Sebelumnya, puluhan warga korban pengembang Sipoa Group ini juga mengadukan nasibnya ke Komisi A DPRD Jatim, Senin (4/12/2017). Mereka meminta Komisi A DPRD Jatim agar membantu mereka karena ditipu oleh pengembang Sipoa Group dalam kepemilikan apartemen murah di Sidoarjo.

Untuk diketahui, beberapa tahun lalu di Sidoarjo dihebohkan dengan program kepemilikan apartemen murah yang dibangun oleh Sipoa Group dengan harga cicilan per bulannya Rp.500 ribu dan cukup membawa persyaratan KTP dan KSK sudah dapat memiliki apartemen.

Bahkan dalam mempromosikan apartemen tersebut, pengembang ini juga melibatkan Bupati Sidoarjo Saifulillah sebagai ikon iklan apartemennya. Namun sayangnya, setelah berjalan tiga tahun ternyata apartemen yang dibangun Sipoa Grup di kawasan Desa Tambakoso kecamatan Waru tersebut ternyata bermasalah, dan lahan yang akan dibangun diduga sedang dalam sengketa.

Hebatnya, ternyata Sipoa Group memiliki sejumlah proyek diantaranya Royal Mutiara Residence, Surabaya Sipoa City, The Royal Crown Palace dan The Royal Business Park. (q cox)

Beikut cuplikan rekaman videonya:

Reply