Muncul Wacana Pemilihan Ketua DPC PKB Surabaya Dipercepat, Ini Respon Syamsul Arifin

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Ketua DPC PKB Surabaya Syamsul Arifin mengaku tidak ingin berkomentar soal wacana Musyawarah Cabang (Muscab) dipercepat yang lazim disebut Muscablub (Musyawarah Cabang Luar Biasa).

“Saya tidak mau komentar dan tidak mau berwacana. Prinsip, saya manut dan menjalan tugas yang sesuai arahan dan kebijakan pimpinan dalam hal ini ketua DPW dan DPP. Ini bentuk komitmen dan loyalitas saya pada pimpinan yang selama ini terus saya jaga,” ucapnya kepada Suarapubliknews.net. Selasa (27/3/2018)

Untuk diketahui, agenda Musyawarah Cabang (Muscab) untuk pemilihan ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Surabaya, bakal sulit dilakukan karena saat ini SK kepengurusan semua PAC se Surabaya telah habis masa berlakunya.

Dengan demikian, pengurus PAC se wilayah Kota Surabaya yang suaranya menjadi penentu untuk pemilihan ketua DPC PKB Surabaya, tidak lagi memiliki hak untuk menjadi pemilih.

Terkait persoalan ini, muncul wacana pemilihan Ketua DPC PKB Surabaya tanpa melalui Muscab, alias penunjukan. Salah satunya di suarakan oleh Nurcholis Saleh mantan ketua DPAC Kenjeran.

Dia mengatakan bahwa penunjukan langsung ini menjadi satu satunya cara untuk memilih figur baru pemimpin PKB Surabaya. Sebab kini sudah tidak mungkin lagi dilakukan Muscab.

“Kita realistis saja. Karena saat ini banyak agenda penting di depan mata. Pilgub Jatim, Pileg dan pilpres 2019 sudah di ambang pintu. Terus terang kami bingung untuk melakukan komunikasi terkait banyaknya agenda penting,” ujar warga Dukuh Bulak Banteng ini.

Nurcholis Saleh patut khawatir. Sebab saat ini partai partai politik lainnya sudah memanasi mesin partainya dengan cara melakukan koordinasi. Kalau tidak segera dilakukan pemilihan ketua DPC PKB yang baru, dikhawatirkan PKB Surabaya akan ketinggalan start.

“Ibaratnya yang lain sudah tancap gas. Sedangkan kami masih parkir di tempat. Karenanya kami ingin segera ada kejelasan soal ini,” tambah Nurcholis yang SK nya sempat diperpanjang tiga bulan hingga November 2017.

Terkait figur ketua yang baru, dia berharap PKB Surabaya dipimpin oleh kader yang memiliki jiwa petarung dan mampu menjalin komunikasi dengan arus bawah dan NU. Alasannya untuk bisa berkompetisi dengan parpol lainnya yang lebih dulu start sangat dibutuhkan pemimpin berjiwa fighter.

Beberapa nama sudah mulai bermunculan seperti Musyafak Rouf, Mazlan Mansur, Masduki Toha, Syamsul Arifin dan beberapa kader PKB lainnya.

Untuk Mazlan Mansur yang saat ini menjadi anggota DPRD Surabaya (2014-2019), dengan tegas menyatakan kesiapannya sejak beberapa bulan lalu, dengan mengikuti aturan main yang akan diberlakukan oleh pimpinan partainya.

Menurut Mazlan, instruksi berupa petunjuka pelaksanaan (Juklak) soal pemilihan ketua DPC PKB Kota Surabaya 2018-2023, harus dipatuhi semua kader.

“Kalau saya siap saja sebagai kader. Seperti kader lainnya saya siap menyongsong pelaksanaan pemilihan ketua baru. Tapi saya tidak tahu mekanisme pemilihannya seperti apa, apakah pemilihan ketua dilakukan melalui muscab atau penunjukan langsung seperti periode lalu,” ujar pria kelahiran Bawean Gresik ini.

Dia berpendapat, melalui Muscab atau penunjukan langsung bagi Mazlan tidak ada masalah, sebab semuanya pasti memiliki pertimbangan yang matang dari pimpinan partai.

“Walaupun dilakukan penunjukan langsung lagi juga tak apa apa. Karena tidak melanggar AD ART partai. Sebab kalau dipaksakan muscab saat ini banyak SK PAC PAC yang sudah mati. Kalau saya siap ditempatkan di mana saja,” ujarnya.

Terpisah, Musyafak Rouf terkesan merendah ketika dikonfirmasi soal kesiapannya memimpin PKB Surabaya.

“Pertanyaannya jangan saya siap atau tidak, sebab implikasinya bisa macem macem. Saya ini kan ibaratnya ‘mare elang odik poleh’. Untuk sementara saya tak bisa komentar banyak untuk menghormati semua pihak,” ujarnya melalui sambungan telepon. (q cox)

Nurcholis Saleh mantan ketua DPAC Kenjeran

Reply