Musda PAN Surabaya Segera Digelar, Dirjo dan Endras Menguat, Zainul Arifin Perlu Turba

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Musyawarah Daerah (Musda ) DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Surabaya akan segera digelar pada bulan Agustus 2016, namun tanggalnya masih belum pasti karena menurut Kuntjoro Wakil Sekretaris DPD PAN Kota Surabaya mengusulkan tiga opsi yakni 1, 7 atau 14.

“DPD PAN Surabaya sudah mengirim surat ke DPW terkait pelaksanaan Musda dengan tiga opsi yaitu tanggal 1, 7 dan 14 bulan Agustus 2016, dari beberapa nama kandidat yang muncul memang belum ada yang menonjol,” ucapnya. Rabu (28/7/2016)

Ditanya soal posisi Surat Ketua (domisioner) DPD PAN Kota Surabaya, Kuntjoro mengatakan bahwa dirinya belum pernah mendengar pernyataan langsungnya, apakah akan maju atau tidak.

“Sampai sekarang belum ada pernyataan untuk maju sebagai kandidat, karena sistem yang dipakai saat ini memang agak berbeda yakni hasil rekomendasi dari struktural diatasnya yaitu DPW dan DPP,” terangnya.

Namun dia juga menyampaikan bahwa dari 21 nama yang masuk sebagai formatur, ada dua nama yang sudah mulai melakukan pendekatan dengan sejumlah DPC yakni Sudirjo dan Endras heru. Sementara untuk nama Achmad Zainul Arifin yang menyatakan kesiapannya lebih dulu justru belum terlihat turun kebawah.

“Yang sudah melakukan pendekatan dengan beberapa DPC itu ada Pak Sudirjo dan pak Endras Heru (pengurus DPC Kecamatan Tander-red), untuk Zainul Arifin memang masuk bursa 21 formatur yang terkirim, tetapi belum terlihat bergerak ke bawah, sehingga di tingkat DPC belum kelihatan melirik,” jlentrehnya.

Kuntjoro juga mengaku jika Zainul Arifin merupakan kandidat yang pantas dan layak menduduki posisi Ketua DPD. “21 formatur itu akan diproses oleh DPW, dan menurut saya Zainul Arifin memang pantas menjadi kandidat dan layak menduduki posisi ketua,” tambahnya.

Namun dirinya juga memiliki pendapat pribadi, bahwa nama kandidat yang mulai menguat di tingkat DPD dan DPW adalah Endras Heru, karena memiliki jaringan di tingkat DPW.

“Tetapi secara pribadi, saya melihat Endras yang lebih menonjol karena dia ada kedekatan dengan pengurus DPW, karena itu juga yang berpengaruh,” akunya.

Dan Kuntjoro juga menolak jika selama pendekatan ke tingkat DPD yang dilakukan kandidat ada nuansa politik transaksional.

“Itu tidak ada, karena saat pendekatan ke DPC itu hanya sekedar untuk ngobrol dan ngopi bersama,” imbuhnya.

Menanggapi komentar ini, Achmad Zainul Arifin menampik jika tidak melakukan komunikasi dengan DPD, karena dirinya mengaku sebagai pengurus lama dan sudah mengetahui karakter masing-masing DPD.

“Saya ini menjadi ketua DPC Krembangan sudah dua periode, jadi sangat paham, apa yang harus saya lakukan terkait Musda, bergerak itu tidak harus dengan terjun ke satu persatu pengurus DPC secara langsung, tetapi juga bisa by phone, dan itu merupakan komunikasi yang lebih efektif saat ini,” jawabnya.

Tidak hany itu, Cak Ipin-sapaan akrab Achmad Zainul Arifin, juga menjelaskan bahwa pola yang dilakukan memang berbeda karena mengetahui bawa proses pemilihan ketua DPD kali ini memakai sistem yang baru.

“Sistem sekarang ini sangat berbeda karena prosesnya adalah formatur yang hasilnya ditentukan oleh DPW, jadi saya memilih untuk komunikasi intensif yang menurut saya lebih efektif ketimbang harus terjun ke lapangan,” pungkasnya. (q cox)

Reply