Pasca Kebakaran, Masyarakat Gotong Royong Renovasi SD Hasyim Asy’ari Sidokapasan Surabaya

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – SD Hasyim Asy’ari yang berlokasi di Jl. Sidokapasan Gang X no 16 Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Simokerto, Surabaya telah berhasil merenovasi bangunan ruang kelasnya yang luluh lantak akibat api, saat terjadi kebakaran pada hari Minggu (25/2/2018) lalu.

“Kebakaran terjadi di ruang perpustakaan, akibat lelehan kabel listrik yang panas karena dalam kondisi terus menyala (tanpa pernah dimatikan),” ucap Moch. Yunus Affandi Kepala Sekolah SD Hasyim Asy’ari, kepada media ini. Minggu (1/4/2018)

Namun Moch. Yunus Affandi tetap merasa bersukur dengan cobaan ini, karena empat hari setelah police line dilepas aparat, pihaknya bisa memulai melakukan renovasi atas bantuan masyarakat yang peduli pendidikan, yang salah satunya adalah Sugito anggota Komisi D DPRD Surabaya asal partai Hanura.

“Saya kenal pak Gito (sapaan akrab Sugito) dari pak Sudirman kepala UPTD Diknas wilayah 5 Surabaya, pasca kebakaran, namun respon beliau sebagai wakil rakyat sangat luar biaya, karena spontan turut melakukan penggalangan dana untuk perbaikan,” tuturnya.

Dia juga menjelaskan bahwa dana partisipasi masyarakat yang berhasil dikumpulkan sekira Rp 51 Juta lebih, dan kondisi bangunan ruang kelasnya telah mencapai 90 persen dengan sisa anggaran sekira Rp 11 Juta lebih.

“Alhamdulillah malam ini kami mengadakan syukuran bersama seluruh warga yang peduli, dan sisa anggaran ini akan kami gunakan untuk pengadaan meja dan kursi untuk siswa, karena kondisinya sudah hancur,” jelasnya.

Saat dikonfirmasi, Sugito hanya mengaku jika tindakan yang dilakukan semata-mata atas dasar kemanusiaan dan kepeduliannya terhadap masa depan pendidikan siswa, karena menyangkut masa depan negara dan bangsa.

“Ini sekolah swasta, maka untuk pengembangan dan perbaikan fasilitasnya harus berupaya sendiri, oleh karenanya saya langsung bergerak sebisa saya bersama beberapa tokoh dan aparat, agar proses belajar mengajar siswa di sekolah ini tidak terganggu,” tuturnya.

Sebagai wakil rakyat yang duduk di Komisi yang membidangi pendidikan dan kesra DPRD Surabaya, Sugito akan menyampaikan kejadian dan persoalan tersebut di rapat komisi, agar bisa mendapatkan perhatian dari Pemkot Surabaya.

“Kalau soal kemanusiaan seperti ini, saya tidak melihat wilayah Dapil, tapi berbuat dulu, apapun itu, dan sekecil apapun itu, yang penting bisa turut meringkan beban mereka, makanya tindakan yang sama juga pernah saya lakukan saat terjadi kebakaran depo di wilayah Sidotopo beberapa bulan lalu,” pungkasnya.

Untuk diketahui, bahwa tempat pendidikan yang dikelola dan dipimpin Moch. Yunus Affandi ini berdiri sejak tahun 1938, dan sempat diresmikan oleh dua kementrian saat itu yakni P&K dan Kementrian Agama pada tahun 1948. Dan saat ini telah memiliki 242, untuk kelas 6 ada 45 siswa. (q cox)

Reply