Selasa, 12 September 2017 17:24

Whisnu Sakti Buana: Posisinya Fleksibel, Kota Surabaya Tak Terpengaruh Wacana Full Day School

Rate this item
(0 votes)

SURABAYA (Suarapubliknews.net) - Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang ' full day school' atau sekolah lima hari akan diganti Peraturan Presiden tentang Penguatan Karakter.

Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo, bahwa tidak ada keharusan sekolah untuk mengikuti kebijakan full day school atau delapan jam sehari. Jakarta, Kamis (10/8/2017).

Menurut Jokowi, pemerintah menyadari ada ketidakmerataan sekolah terkait kebijakan ini. Ada sekolah yang sudah siap melakukan kebijakan tersebut, tak sedikit pula yang belum siap menerapkannya.

Namun Presiden juga mengatakan jika penerbitan Perpres ini bukan meniadakan kebijakan full day school. Bagi sekolah yang sudah lama menerapkan, pemerintah akan tetap memperbolehkannya.

Menanggapi hal ini, Whisnu Sakti Buana Wakil Wali Kota Surabaya dengan enteng menjawab jika wacana kebijakan tersebut sama sekali tidak berpengaruh dengan sistem belajar mengajar yang sudah diterapkan di Kota Surabaya.

“Kita kan posisinya lebih fleksibel, karena di Surabaya sudah berjalan 5 hari, ya kita tunggu saja bagaimana nanti, ditunggu petunjuk teknisnya,” jawabnya kepada sejumlah sejumlah wartawan usai mengikuti rapat paripurna di gedung DPRD Surabaya. Selasa (12/9/2017)

Pria yang kini menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Kota Surabaya ini menjelaskan, kalaupun akhirnya dikeluarkan Perpres soal full day school, maka untuk Kota Surabaya tinggal mengikuti saja.

“Kalau dibatalkan kan ya kita sesuaikan, apakah full day, kalau akhirnya tidak full day school, kan selama ini selesainya hanya sampai jam setengah tiga sore,” jelasnya.

Untuk diketahui, akhirnya Presiden Joko Widodo membatalkan program sekolah 5 hari penuh dan 8 jam tiap harinya, dengan peraturan presiden tentang penguatan karakter anak sekolah.

Istana kepresiden mengatakan, dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) otomatis peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017, yang mengatur sekolah 8 jam atau full day school tidak berlaku lagi.

Peraturan presiden tidak mewajibkan full day school selama 5 hari dan 8 jam tiap harinya kepada para siswa. Hal itu akan diserahakn pada kesiapan sekolah masing-masing. (q cox)

Berikut adalah rekaman videonya:

Ayo share berita ini:

Submit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to Twitter
Read 93 times