Selasa, 12 September 2017 21:24

Ketua DPD PDIP Jatim "blak-blakan" soal Kunjungan Megawati ke Jatim

Rate this item
(0 votes)

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Seperti pemberitaan media ini sebelumnya, beberapa saat yang lalu salah satu televisi swasta di Kota Surabaya menggelar dialog politik dengan pembicara Airlangga Pribadi pengamat politik Unair Surabaya dan Kusnadi ketua DPD PDIP Jatim.

Materinya, berusaha memberikan tafsiran soal kunjungan Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri dalam acara konsolidasi partai di Kota Malang, dan Surabaya dan keterlibatan sejumlah tokoh di Jatim dalam perspektif politik.

Dalam paparannya, Kusnadi Ketua DPD PDIP Jatim menyampaikan bahwa sebenarnya dalam acara rapat konsolidasi banyak tokoh dan politisi PDIP yang dihadirkan. Demikian juga dengan kehadiran sejumlah tokoh saat berada di Bandara Juanda.

“Sebagai ketua DPD, saya ditugasi Ibu Ketum untuk mengumpulkan, artinya bukan hanya beberapa orang yang disebut-sebut media itu, karena egenda ini memang sudah direncanakan sebelumnya,” ucapnya. Selasa (12/9/2017)

Contohnya Gus Ipul, lanjut Kusnadi, beliau kan memang sudah lama kenal Bu Mega, dan kebetulan beliau juga sebagai salah satu pendaftar Cagub di PDIP, jadi kehadirannya ya hanya untuk menyapa.

“Demikian juga dengan pak Dahlan Iskan, jadi tidak ada pembicaraan politik sama sekali, karena yang dibicarakan justru soal makanan, tanaman, termasuk bagaimana keberhasilan Bu Risma di Surabaya, sampai akhirnya berkunjung ke salah satu taman di Surabaya,” jelasnya.

Kusnadi juga berusaha membocorkan sedikit soal isi pidato Ketum PDIP saat acara konsolidasi berlangsung di Kota Malang, bahwa Megawati meminta agar kadernya di Jatim tetap bersatu kalau ingin menang. Tidak bisa berjalan sendiri.

”Saya melihat kalian-kalian semua ini hati saya “mongkok” (gembira), jika ingin menang kalian harus bersatu, artinya tidak mungkin sendirian, harus banyak bertanya dan mendengar kata rakyat,” terang Kusnadi berusaha menirukan Ketum PDIP.

Terkait Pilgub Jatim, Kusnadi mengaku bahwa dari hasil diskusi internalnya menyepakati jika Jatim ini adalah rumahnya kaum Nahdliyin, dan representasinya adalah NU, meskipun secara jumlah memang berhimpitan dengan kaum nasionalis, oleh karenanya harus dibangun kebersamaan.

Tidak hanya itu, Kusnadi juga berusaha menjawab pertanyaan banyak pihak soal kenapa hanya Gus Ipul yang dipanggil ke DPP terkait Pilgub Jatim.

“Lantas kenapa yang dipanggil ke DPP untuk proses lanjutan penjaringan hanya Gus Ipul sebagai Cagub, dan untuk Cawagub adalah Kusnadi, Kanang, Anas. Ya karena karena yang mendaftar hanya Gus Ipul,” terangnya sambil ngakak.

Demikian juga dengan soal nama Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya, Kusnadi mengatakan jika surat pemberitahuan yang dikirmnya merupakan tindak lanjut dari proses usulan dari beberapa daerah.

“Yang berdasarkan usulan itu sebenarnya banyak, ada sekitar 14 nama, termasuk Bu Risma saya, Mas Kanang dan Mas Anas, oleh karenanya kami kirimkan surat agar mendaftarkan diri, tetapi tidak seluruhnya merespon, bahkan yang ada sudah mengambil tetapi tidak mengembalikan formulir yakni pak Said Abdullah,” tuturnya.

Namun demikian, lagi-lagi Kusnadi menegaskan jika keputusan mutlak berada di tangan DPP dan Ketum PDIP. Apalagi, untuk menjadi pendaftar (Pilgub Jatim) juga bisa dilakukan melalui DPP. Artinya masih memungkinkan bakal muncul nama lain, selain yang terdaftar di DPD. (q cox)

Ayo share berita ini:

Submit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to Twitter
Read 159 times