Minggu, 12 November 2017 19:00

Kunjungi Rumah Korban Rentenir di Gresik, La Nyalla: Ini Baru Satu Lho

Rate this item
(0 votes)

GRESIK (Suarapubliknews.net) - Calon gubernur Jawa Timur La Nyalla Mahmud Mattalitti mengunjungi rumah Siti Khomsah di Dusun Sawahan, Desa Gedang Sulut, Cerme, Kabupaten Gresik. La Nyalla berdialog dengan Khomsah dan warga sekitar, bahkan juga menyempatkan diri bermain bola dengan anak-anak di lingkungan tersebut.

“Saya sengaja mengunjungi rumah Ibu Khomsah, bahkan kunjungan ini sudah saya jadwal sejak lama. Beliau adalah cermin nyata masih banyaknya ketidakadilan sosial di Jawa Timur,” ujar La Nyalla. Minggu (12/11/2017)

“Dan untuk menghilangkan ketidakadilan sosial itu, nilai-nilai kepahlawanan di era sekarang jangan hanya jargon. Harus membumi dengan tindakan nyata mewujudkan keadilan sosial untuk wong cilik seperti Bu Khomsah,” imbuh La Nyalla yang juga ketua umum Kadin Jatim.

Seperti diketahui, sosok Khomsah sempat viral beberapa waktu lalu. Netizen trenyuh dengan nasibnya yang terjerat rentenir. Ibu berusia lanjut itu awalnya berutang ke rentenir Rp 1 juta karena terdesak kebutuhan hidup. Utang tersebut berbunga tinggi, sehingga Khomsah kesulitan membayar. Bahkan, Khomsah pun harus berurusan dengan hukum hingga pengadilan karena masalah itu.

Dia tinggal di rumah yang sangat sederhana dengan ukuran minim yang dihuni lima orang. Ada pula di sana seorang bayi.

“Dari sosok beliau ini, kita bisa mendapatkan gambaran kemiskinan yang teramat kompleks, dan perlu solusi segera dengan menghadirkan kepemimpinan yang bervisi keadilan sosial di Jawa Timur,” kata La Nyalla.

Tak hanya mengunjungi, sebelumnya La Nyalla juga telah meminta kepada relawannya di La Nyalla Academia maupun Gardu Keadilan Sosial untuk membantu Khomsah, termasuk membedah rumahnya.

“Dan ini baru satu lho. Saya menemukan fakta banyak Ibu Khomsah-Ibu Khomsah yang lain. Masyarakat miskin yang terjerat rentenir juga banyak. Ketidakadilan sosial nyata di depan kita,” tegas La Nyalla.

Sementara itu, Khomsah tampak terharu dengan kedatangan La Nyalla. Dia merasakan La Nyalla dan relawannya telah jauh hari membantunya.

“Saya ini cuma wong cilik, terima kasih sekali ada yang mau memikirkan nasib orang seperti saya,” kata dia.

Dari permasalahan yang menjerat Khomsah, sambung La Nyalla, perlu solusi keadilan sosial yang komprehensif. Dalam jangka pendek, bantuan yang bersifat amal untuk menyelesaikan masalah memang diperlukan. Namun, dalam jangka panjang, perlu strategi yang lebih komprehensif.

“Kita perlu benar-benar memastikan bahwa warga di pinggiran, di pelosok desa, bisa berdaya. Pemberdayaan ekonomi desa menjadi kunci. Kita juga perlu lembaga pembiayaan bagi wong cilik yang tidak menjerat dengan bunga mencekik, tapi punya visi maju bareng-bareng,” papar La Nyalla.(q cox, B)

Ayo share berita ini:

Submit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to Twitter
Read 49 times